PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Perseroan akan melepas maksimal 522.900.000 lembar saham ke publik, setara dengan 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

>>> Harga Minyak Dunia Melemah Setelah Pakta Damai AS-Iran Ditandatangani

Berdasarkan informasi dari Investor Daily pada Kamis, 18 Juni 2026, harga penawaran awal pada masa bookbuilding ditetapkan di kisaran Rp100 hingga Rp120 per saham.

Dengan demikian, nilai IPO maksimal mencapai Rp62,74 miliar.

Jadwal IPO dan Penjamin Emisi

Masa penawaran awal berlangsung pada 18 hingga 23 Juni 2026, sedangkan penawaran umum dijadwalkan pada 1 hingga 7 Juli 2026.

>>> IHSG Diproyeksikan Melemah Terbatas Akibat Sikap Hawkish The Fed

Pencatatan saham di BEI direncanakan pada 9 Juli 2026 dengan Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Saat ini, struktur kepemilikan PRDL dikuasai oleh PT Prodia Utama sebesar 51 persen, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) 39 persen, dan Diasys Diagnostic Systems GmbH 10 persen.

Proline, sapaan akrab perseroan, merupakan unit bisnis Grup Prodia yang bergerak di industri In Vitro Diagnostics (IVD).

>>> Pertamina Geothermal Energy Berpeluang Besar Raih Pendanaan Hijau Global

Perusahaan menyediakan solusi lengkap dari formulasi produk hingga dukungan teknis dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen di e-katalog.