PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) atau Proline akan melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) saham.

Perusahaan berencana melepas sebanyak-banyaknya 522.900.000 saham, setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor.

>>> Microsoft Hadirkan EA Sports FC 26 dan Call of Duty Vanguard di Xbox Game Pass

Berdasarkan informasi dari Investor Daily, perseroan menetapkan harga penawaran awal pada masa bookbuilding di kisaran Rp 100 hingga Rp 120 per saham.

Dengan skema tersebut, nilai IPO Prodia Diagnostic Line ditargetkan mencapai maksimal Rp 62,74 miliar.

Jadwal IPO Prodia Diagnostic Line

Manajemen menjadwalkan masa penawaran awal berlangsung pada 18 hingga 23 Juni 2026. Adapun perkiraan masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 1-7 Juli 2026.

Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 9 Juli 2026. Dalam aksi korporasi ini, Sucor Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

>>> Kemenpar Targetkan Kunjungan Wisman Capai 19,1 Juta pada 2027

Struktur pemegang saham PRDL saat ini dikuasai oleh PT Prodia Utama sebesar 51 persen, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) sebesar 39 persen, dan Diasys Diagnostic Systems GmbH sebesar 10 persen.

Sebagai unit bisnis Grup Prodia, PT Prodia Diagnostic Line fokus pada industri In Vitro Diagnostics (IVD).

Perusahaan mengandalkan pengalaman Grup Prodia selama lebih dari 45 tahun di bidang kimia klinik.

Proline menyediakan ekosistem solusi IVD terintegrasi, mencakup formulasi produk, perancangan kemasan, hingga pelatihan dan dukungan teknis.

>>> Inggris Tekuk Kroasia 4-2 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Saat ini, produk-produk Proline dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen telah terdaftar di e-katalog.