Rata-rata pengeluaran per kunjungan wisman (ASPA) diproyeksikan mencapai 1.447 dolar AS hingga 1.497 dolar AS, naik 5,5 persen sampai 6,6 persen.

Perolehan devisa dari sektor pariwisata diharapkan meraih 25,5 miliar dolar AS hingga 28,6 miliar dolar AS, tumbuh mendekati 16 persen dari tahun sebelumnya.

Pergerakan wisatawan nusantara ditargetkan menembus 1,28 miliar perjalanan, naik 8,5 persen dibanding capaian 2026.

Penyerapan tenaga kerja di sektor pariwisata diproyeksikan mencapai 27,33 juta pekerja, tumbuh 3 persen.

Kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional ditargetkan menguat ke angka 4,7 persen hingga 4,8 persen, naik 0,4 poin persentase.

Nilai investasi di sektor pariwisata untuk tahun depan dibidik menyentuh Rp71 triliun, melonjak sekitar 11,8 persen secara tahunan.

Berdasarkan Ketetapan Surat Menteri Keuangan, Kemenpar memperoleh alokasi anggaran belanja Rp1,01 triliun untuk merealisasikan pencapaian IKU dan mengatasi tantangan strategis.

>>> Harga Minyak Dunia Melemah Setelah Pakta Damai AS-Iran Ditandatangani

“Terlepas dari keterbatasan anggaran, Kementerian Pariwisata berkomitmen memastikan setiap rupiah anggaran memberikan dampak optimal bagi pembangunan sektor pariwisata,” tutup Widiyanti.