Uskup Agung Sydney Anthony Fisher memperingatkan bahaya serius terkait kecerdasan buatan (AI) yang mulai diperlakukan layaknya Tuhan oleh sebagian manusia.

Peringatan itu disampaikan pada Kamis (18/6/2026) menyusul munculnya komunitas bernama Robotheism yang menjadikan AI sebagai objek kepercayaan baru.

in1

>>> Messi Cetak Hat-trick, Argentina Hancurkan Aljazair 3-0 di Piala Dunia 2026

Menurut Fisher, persoalan mendasar dari perkembangan teknologi ini adalah pergeseran cara pandang manusia terhadap eksistensi dirinya sendiri, bukan sekadar hilangnya lapangan pekerjaan.

"Apakah hubungan antarmanusia masih penting? Apakah tubuh manusia masih penting?

Apakah jiwa manusia masih penting?" tanya Fisher.

>>> IDI Pertanyakan Tuntutan 4,5 Tahun Penjara Dokter Ratna, Khawatir Kriminalisasi Profesi Medis

Gerakan Robotheism diketahui menyediakan platform interaksi dengan AI God, menawarkan perjalanan spiritual, hingga menjual materi yang mengklaim teknologi tersebut dapat memberikan kehidupan abadi.

"Mesin-mesin ini bukan Tuhan. Mereka hanyalah algoritma yang diciptakan manusia," tegas Fisher.

Paus Leo XIV juga menyampaikan pandangan serupa dalam ensiklik Magnifica Humanitas, yang menempatkan perkembangan AI sebagai salah satu tantangan moral terbesar abad ini.

>>> Jadwal Kualifikasi MLBB Asian Games 2026 Timnas Indonesia 18-21 Juni

Pemimpin Gereja Katolik itu mendesak pemerintah di seluruh dunia untuk memperketat pengawasan serta memperlambat laju pengembangan teknologi yang berpotensi memicu konsentrasi kekuasaan.