Anthropic mengumumkan pembaruan besar pada Claude Design yang memungkinkan integrasi panduan merek secara otomatis ke dalam proyek kecerdasan buatan.

Pembaruan yang diumumkan pada Rabu (17/6) ini memperkenalkan peran administrator baru untuk pengaturan sistem desain terpusat.

in1

>>> Joseph Aoun: Lebanon Butuh Investasi, Bukan Bantuan Kemanusiaan

Melalui fitur tersebut, Claude akan otomatis memeriksa kepatuhan desain terhadap standar perusahaan.

Pengguna kini dapat mengimpor repositori GitHub, file desain, dan unggahan mentah langsung ke dalam sistem.

Selain itu, terdapat integrasi dua arah antara Claude Code dan Claude Design.

Melalui perintah sederhana /design di terminal pengkodean, pengembang dapat menarik elemen desain terbaru ke dalam kode tanpa proses bolak-balik.

Kemampuan ini memperkuat posisi Claude dalam menangani aspek kreatif dan estetika aplikasi.

Penarikan Fable 5 dan Tekanan Regulasi

Meski meluncurkan fitur inovatif, Anthropic menghadapi tantangan besar pekan ini.

Perusahaan terpaksa menarik model AI terbarunya, Fable 5, menyusul perintah kontrol ekspor dari pemerintah Amerika Serikat.

>>> PP Persis Apresiasi Kelancaran Haji 2026 dan Perbaikan Layanan

Perintah tersebut mewajibkan Anthropic mencegah warga negara non-AS mengakses model itu.

Keputusan ini diambil setelah ditemukan celah keamanan yang mampu menembus pagar pengaman siber.

Anthropic menyatakan bahwa satu-satunya cara untuk mematuhi perintah tersebut adalah dengan menarik model Fable 5 dari seluruh pengguna secara global.

Situasi ini memperuncing konflik antara pengembang AI dan pemerintah AS.

Sebelumnya, Anthropic secara terbuka menolak penggunaan Claude oleh Departemen Pertahanan AS untuk keperluan pengawasan dan senjata otonom penuh.

Sikap ini berbeda dari OpenAI yang dilaporkan segera mengambil alih kontrak Pentagon tersebut.

Selain tekanan regulasi, Anthropic menghadapi tantangan hukum di dalam negeri dari sejumlah pelanggan berbayar.

>>> Ekonom: BI Rate Naik untuk Jaga Rupiah dan Redam Inflasi Impor

Gugatan tersebut menuduh perusahaan memberikan informasi menyesatkan terkait batasan penggunaan pada paket langganan Claude.