Sebuah studi jangka panjang mengungkapkan bahwa kebiasaan minum yang tampaknya sepele pada masa kanak-kanak dapat berdampak serius pada tekanan darah di kemudian hari.

Penelitian yang melibatkan 25.749 partisipan sejak usia 9 hingga 16 tahun ini menunjukkan bahwa konsumsi minuman berpemanis gula secara rutin meningkatkan risiko hipertensi hingga 52% saat dewasa.

>>> Fajar/Fikri Juara China Open 2026 Usai Kalahkan Ganda Nomor 1 Dunia

Metodologi dan Temuan Utama

Para peneliti merekrut partisipan dalam dua gelombang, dimulai pada tahun 1996 dan 2004, dan melacak mereka hingga 25 tahun.

Setiap satu hingga empat tahun, partisipan melaporkan asupan soda, minuman olahraga, jus buah, dan buah utuh. Pada tahun 2021, partisipan mencapai usia rata-rata 36 tahun.

Sebanyak 1.625 orang (6,3%) didiagnosis menderita hipertensi.

Populasi studi terdiri dari 55% perempuan dan 96% keturunan Eropa, sehingga temuan ini mungkin tidak sepenuhnya berlaku untuk populasi lain.

Risiko Berdasarkan Jenis Minuman

Partisipan yang mengonsumsi setidaknya dua porsi minuman berpemanis gula setiap hari menghadapi risiko hipertensi 52% lebih tinggi dibandingkan mereka yang minum kurang dari tiga porsi per minggu.

Setiap tambahan porsi harian meningkatkan risiko rata-rata 14%.

Risiko bervariasi menurut jenis minuman: soda meningkatkan risiko hipertensi sebesar 23% per porsi harian, sementara minuman olahraga meningkatkannya sebesar 36%.

Jus buah juga menunjukkan pola serupa, dengan konsumsi setidaknya satu setengah gelas jus setiap hari dikaitkan dengan risiko 35% lebih tinggi dibandingkan minum kurang dari satu gelas per minggu.

>>> Kekeringan Ekstrem, 162 Keluarga di Tangsel Butuh Pasokan Air Bersih

Menariknya, buah utuh tidak menunjukkan hubungan dengan risiko hipertensi yang lebih tinggi.