Sebanyak 162 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, membutuhkan pasokan air bersih akibat dampak kekeringan dari musim kemarau ekstrem 2026.

Krisis ini melanda sejumlah permukiman di delapan RT, yaitu RT 02/01, RT 04/02, RT 01/02, RT 13/05, RT 03/01, RT 06/02, RT 12/05, dan RT 05/02.

>>> Fitur Backup Dokumen Baru Android: Cara Mengaktifkan dan Manfaatnya

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan, Essa Nugraha, menyatakan bahwa total air bersih yang telah didistribusikan mencapai 73.100 liter.

"Jumlah total terdampak hingga hari ini sebanyak 162 KK. Sedangkan jumlah air bersih terdistribusi sekitar 73.100 liter," ujarnya.

Penanganan difokuskan di beberapa lokasi, termasuk RT 001 RW 01, RT 012 RW 05, RT 004 RW 02, RT 005 RW 02, dan RT 006 RW 02.

Pemerintah daerah segera menurunkan tambahan 18.050 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak.

Dukungan dari Berbagai Pihak

Langkah distribusi air bersih ini mendapat dukungan dari PDAM Tirta Traya Cisadane Serpong, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), dan PT Sinar Mas Land BSD.

>>> CBUAE Governor and Indonesian Ambassador Discuss Cross-Border Payment Cooperation

Kendaraan yang digunakan meliputi truk tangki air Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Tangerang Selatan berkapasitas 4.000 liter, truk tangki air kemitraan BBWSCC berkapasitas 8.000 liter, truk tangki air PT Sinar Mas Land BSD berkapasitas 5.000 liter, serta mobil pick up toren PMI Tangerang Selatan berkapasitas 1.050 liter.

Kekeringan yang melanda Kelurahan Keranggan mulai meluas. Jumlah titik krisis air bersih bertambah dari tiga lokasi menjadi empat lokasi.

BPBD Kota Tangsel kembali menyalurkan bantuan ke RT 02/RW 01, RT 04/RW 02, RT 11/RW 04, dan RT 13/RW 05.

Essa menambahkan, "Sehingga BPBD Kota Tangsel kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak. Pada pendistribusian, BPBD menyalurkan air bersih ke empat titik di Kelurahan Keranggan."

>>> Misteri Kematian Sutrimo di Jaksel: Kronologi, Pesan Berantai, dan Kaitannya dengan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Krisis ini menjadi perhatian serius, mengingat dampak musim kemarau ekstrem yang berkepanjangan.