Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah soal hak asuh anak kembali memanas.

Di tengah mediasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kubu Sarwendah memberikan peringatan.

>>> Permintaan Maaf Jaksa Agung atas Kasus Febrie: Momentum Pembenahan Internal

Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, mengatakan narasi yang menyudutkan kliennya bisa berdampak pada hubungan Ruben dengan anak-anak.

"Semakin ibunya dipojokkan, anak pasti akan membela mati-matian ibunya," ujar Chris di PN Jakarta Selatan.

Ia mengingatkan agar tidak ada lagi penggiringan opini yang merugikan Sarwendah.

"Hati-hati jika terus di-framing, anak-anak bisa makin tidak sayang pada yang memojokkan," tambahnya.

Chris menegaskan, pihak yang menyerang Sarwendah secara tidak langsung memengaruhi psikologis anak.

Ia meminta semua pihak menghentikan polemik dan menyerahkan perkara ke jalur hukum.

>>> Kuasa Hukum Ruben Onsu Bantah Klaim Sarwendah Soal Harta Gono-gini Bermasalah

"Klien kami ingin hidup tenang. Urusan hak asuh dan harta gana-gini ada ranahnya masing-masing," katanya.

Ruben dan Sarwendah saat ini menjalani proses hukum terkait hak asuh dua anak mereka.

Mediasi perdana digelar pada 22 Juli 2026 di PN Jakarta Selatan.

Agenda mediasi berikutnya dijadwalkan pada 6 Agustus 2026, dengan batas maksimal 30 hari.

Gugatan Ruben diajukan pada 30 Juni 2026 karena ia merasa tidak mendapat hak sebagai ayah sesuai kesepakatan cerai.

>>> Evakuasi Massal di Prancis Akibat Kebakaran Hutan Mendekati Bordeaux

Dalam kesepakatan, Ruben seharusnya memiliki waktu bersama anak dua hingga tiga hari setiap pekan.