Yusril Ingatkan Risiko Hukum di Balik Sayembara Penangkapan Begal Ala Gubernur Jabar
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendara memberikan tanggapan kritis terhadap program sayembara berhadiah bagi warga yang berhasil menangkap pelaku begal di Jawa Barat.
Gagasan yang dilontarkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi itu dinilai tidak sederhana dalam pelaksanaannya.
>>> Mengapa Anda Tidak Bisa Menggelitik Diri Sendiri? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Yusril menekankan bahwa proses pembuktian seseorang bersalah atas tindak pidana merupakan kewenangan mutlak pengadilan, bukan masyarakat atau aparat penegak hukum.
Proses hukum memerlukan waktu yang tidak singkat karena harus menunggu putusan berkekuatan hukum tetap, hingga tingkat Mahkamah Agung.
Hal ini berpotensi menimbulkan kekecewaan bagi warga yang menangkap pelaku karena hadiah tidak segera diberikan.
Perlindungan HAM bagi Pelaku Kejahatan
Dalam pernyataannya, Yusril menegaskan bahwa negara wajib memberikan perlindungan kepada setiap warga negara, termasuk pelaku tindak pidana.
Korban pembegalan memang berhak atas perlindungan jiwa dan harta, namun pelaku juga memiliki hak untuk diproses melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Ia memperingatkan agar pelaku begal ditangkap dalam keadaan hidup, diadili secara adil, dan dijatuhi hukuman setimpal oleh pengadilan.
>>> Perubahan Bicara Ini Bisa Jadi Tanda Awal Alzheimer, Waspadai
"Jangan sampai mereka tewas karena digebuki beramai-ramai di luar batas perikemanusiaan. Perbuatan seperti itu juga merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang wajib dicegah," ujar Yusril.
Imbauan untuk Polri dan Masyarakat
Yusril meminta Kepolisian Daerah Jawa Barat untuk meningkatkan patroli keamanan, terutama di kawasan rawan pembegalan.
Ia juga mendorong penguatan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah pencegahan kejahatan dan tata cara melaporkan dugaan tindak pidana kepada aparat.
Tujuannya agar masyarakat tidak terdorong melakukan tindakan main hakim sendiri.
"Menjaga keamanan adalah tanggung jawab bersama, tetapi penegakan hukum tetap harus dilakukan oleh aparat yang berwenang," tegasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meluncurkan sayembara yang menjanjikan hadiah uang bagi warga yang membantu menangkap pelaku begal dan kejahatan jalanan.
>>> Bocoran Unboxing Honor Robot Phone Tampilkan Desain Kemasan dan Kamera Gimbal
Ia menyebut langkah itu sebagai strategi psikologis untuk mencegah aksi main hakim sendiri dan mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan seperti Pos Siskamling.
Update Terbaru
Lari Bersama Notaris: 3.700 Orang Ramaikan Notarace 2026 di BSD Tangerang
Minggu / 26-07-2026, 21:21 WIB
30 Tahun Tragedi Kudatuli, PDIP Bandung Desak Penyelesaian Sejarah
Minggu / 26-07-2026, 21:14 WIB
Kementan Dorong Pengelolaan Alsintan Kolektif untuk Efisiensi Usaha Tani
Minggu / 26-07-2026, 21:14 WIB
Menguak Kekuatan Stussy One Piece: Vampir, Haki, dan Teknik Rokushiki
Minggu / 26-07-2026, 21:07 WIB
Uji Coba 10 Aplikasi Produktivitas di Google Pixel, Hanya 4 yang Layak Dipertahankan
Minggu / 26-07-2026, 21:07 WIB
Fitur Tersembunyi di Samsung Galaxy yang Menghentikan Banjir Notifikasi Spam
Minggu / 26-07-2026, 21:07 WIB
Judika Buka Konser Trans TV Festival dengan Lagu Hits, Penonton Bernyanyi Bersama
Minggu / 26-07-2026, 21:04 WIB
Pakistan Siap Deportasi 20.000 Warga Afghanistan dari Peshawar
Minggu / 26-07-2026, 21:00 WIB
Pakistan Jadikan Pemulangan Pemerkosa Rochdale Syarat Ekstradisi Kritikus
Minggu / 26-07-2026, 21:00 WIB
Everson Griffen Ditangkap karena Tak Gunakan Alat Interlock
Minggu / 26-07-2026, 21:00 WIB
Mobil Tabrak Kerumunan Parade LGBTQ+ di Berlin, Satu Tewas
Minggu / 26-07-2026, 21:00 WIB
GROTESQQQUE: Atsushi Nishigori Bicara Tiga Dunia, Gaya Visual, dan Visi Kreatif
Minggu / 26-07-2026, 20:50 WIB
Jadwal Ibadah Salat Wilayah Makassar Bulan Juli 2026
Minggu / 26-07-2026, 20:50 WIB
Fenomena El Nino Super Ancam Ekonomi Afrika dengan Kerugian Hingga Rp358 Triliun
Minggu / 26-07-2026, 20:43 WIB







