Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkap versi berbeda terkait kasus satpam Victor Harefa yang viral setelah terlibat cekcok dengan sejumlah anggota Polda Jawa Barat di kawasan Bundaran HI, Jakarta.

Dalam percakapan yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pada 25 Juli 2026, Dedi secara langsung mengklarifikasi sejumlah narasi yang sebelumnya beredar, termasuk soal kabar Victor dipaksa bersujud oleh oknum aparat.

>>> Kasus Ijazah Makin Panjang, Citra Jokowi Justru Makin Diuntungkan

Di hadapan Dedi, Victor menegaskan dirinya bersujud bukan karena diperintah, melainkan atas inisiatif sendiri karena takut kehilangan pekerjaan.

Victor mengaku baru bekerja sekitar tiga bulan sebagai petugas keamanan di proyek MRT Jakarta. Ancaman akan dilaporkan kepada perusahaan penyedia jasa keamanan membuatnya panik.

"Saya baru tiga bulan kerja. Saya takut dipecat," kata Victor kepada Dedi.

Dedi bahkan beberapa kali memastikan jawaban tersebut dengan bertanya ulang apakah benar tidak ada perintah untuk bersujud.

Victor tetap menjawab bahwa sujud dilakukan atas kemauannya sendiri sebagai bentuk permohonan agar persoalan tidak diteruskan ke perusahaan tempatnya bekerja.

Menurut penuturan Victor, insiden bermula ketika ia sedang membantu pengamanan penyeberangan di sekitar proyek MRT saat lampu lalu lintas sedang merah untuk kendaraan.

Ia melihat sebuah mobil tetap melaju ketika seharusnya pejalan kaki mendapat hak menyeberang.

Victor kemudian menepuk kendaraan tersebut karena mengira pengemudi tidak menyadari lampu merah atau sedang mengantuk.

"Saya cuma menyelamatkan nyawa orang lain di sini," ujar Victor saat menjelaskan alasan menegur pengemudi.

Setelah itu terjadi adu mulut hingga akhirnya Victor mengajak seluruh pihak menuju pos polisi agar persoalan diselesaikan secara baik-baik.