Sebuah Volkswagen Touareg generasi ketiga selamat dari serangan rudal balistik di Ukraina. Meski mengalami kerusakan parah, SUV ini masih bisa dinyalakan dan dikendarai.

Kendaraan tersebut diparkir di dekat lokasi ledakan rudal balistik di Ukraina. Gelombang kejut, pecahan peluru, dan puing-puing membuat bodi mobil ringsek parah.

>>> China Ingin Bangun Pabrik Mobil di AS, Haruskah Diizinkan?

Atapnya ambruk ke arah kabin, pilar bengkok, panel bodi berubah bentuk, kaca pecah, dan interior tertutup debu tebal.

Namun, saat pengemudi masuk dan menekan tombol start, mesin V6 3.0 liter turbo langsung menyala tanpa ragu.

Mesin langsung berputar halus, memungkinkan pengemudi memindahkan gigi dan melaju. Yang lebih menakjubkan, sistem kelistrikan utama masih berfungsi.

Layar Innovision Cockpit Volkswagen menyala normal dan merespons sentuhan. Kontrol iklim, kursi listrik, dan lampu eksterior juga masih operasional.

Namun, head-up display tidak bisa memproyeksikan informasi karena kaca depan hancur.

>>> Harga Porsche 911 Bekas Turun Rp 224 Juta, Mobil Listrik Bekas Justru Naik

Tentu saja, kluster instrumen digital menampilkan banyak peringatan kesalahan. Kode diagnostik berasal dari perangkat keras yang hancur, termasuk sensor ADAS eksternal.

Meski begitu, sasis MLB Evo dan powertrain V6 tampak selamat, begitu pula bagian bawah mobil kecuali knalpot yang menjuntai.

Video mobil ini viral setelah diunggah oleh perusahaan Ukraina EMG Group. Banyak komentator menyarankan agar Touareg dikirim ke museum Volkswagen sebagai monumen ketahanan.

Yang lain bertanya apakah akan dihancurkan atau dijadikan basis modifikasi ekstrem.

>>> Lexus LS400 1.500 Mil: Mobil Mewah Era Pra-Pemantauan Data

Bagaimanapun, SUV andalan VW yang akan segera dihentikan produksinya ini membuktikan bahwa Toyota Hilux dan Land Cruiser tidak memiliki monopoli dalam hal ketahanan.