Para peneliti di Stanford University telah menciptakan hidrogel inovatif yang mampu menyerap kelembapan dari udara, bahkan di lingkungan paling kering sekalipun.

Dengan bantuan sinar matahari, gel ini kemudian melepaskan air bersih yang siap diminum. Temuan ini menjadi angin segar bagi wilayah yang dilanda kekeringan dan kekurangan sumber air konvensional.

>>> Lenovo Luncurkan Monitor Gaming 280Hz Terjangkau dengan Panel IPS 27 Inci

Cara Kerja Hidrogel Tenaga Surya

Di atmosfer selalu ada uap air, meski di daerah kering. Namun, memanfaatkannya secara efisien selama ini menjadi tantangan.

Tim Stanford berhasil mengembangkan gel bertenaga surya yang menyerap uap air saat udara dingin, lalu melepaskannya saat suhu naik akibat sinar matahari.

Hidrogel ini bekerja seperti spons kimia. Garam penyerap khusus di dalamnya menarik molekul air dari udara.

Ketika suhu meningkat, gel melepaskan molekul tersebut sebagai uap, yang kemudian dikondensasikan dan dikumpulkan dalam bentuk cair.

Tujuannya adalah menghasilkan air murni yang layak minum tanpa memerlukan pompa, jaringan listrik, atau infrastruktur berat.

Mengapa Ini Penting di Dunia yang Haus

Para ahli menyoroti semakin langkanya air tawar di seluruh dunia. Teknologi ini memperluas pilihan sumber air alternatif, lokal, dan terbarukan.

Sebuah perusahaan rintisan di Prancis bahkan sudah memproduksi air minum dari udara, mengikuti tren yang mendorong batas kemungkinan saat reservoir dan sungai tradisional mengering.

>>> Ramalan Zodiak 26 Juli: Capricorn Banyak Persoalan, Pisces Kerja Keras

Tantangan utama perangkat serupa adalah daya tahan. Versi sebelumnya cepat kehilangan efektivitas atau rusak setelah beberapa siklus penyerapan dan pelepasan air.

Terobosan terbaru berfokus pada perpanjangan masa pakai.