Pentagon Dikecam karena Hapus Data Korban Perang Iran
Anggota Kongres dan keluarga militer Amerika Serikat mengecam keras Departemen Pertahanan AS setelah database publik diubah pada 23 Juli.
Data resmi korban tewas perang Iran diturunkan dari 18 menjadi 14 orang, dan jumlah prajurit luka-luka dikurangi dari 482 menjadi 420.
>>> FC Cincinnati Unggul Cepat atas Columbus Crew di Derby Hell is Real
Perubahan itu menghilangkan empat tentara Angkatan Darat AS yang tewas dalam serangan akhir Juli, serta puluhan prajurit yang sebelumnya tercatat luka-luka.
Pejabat Pentagon mengaitkan perbedaan data dengan gangguan teknis, namun angka tersebut belum diperbaiki hingga 24 Juli.
Pejabat militer yang berbicara secara anonim mengatakan bahwa korban terbaru tidak dimasukkan karena kematian terjadi setelah Presiden Donald Trump mengumumkan gencatan senjata pada April.
Langkah ini memicu kritik bahwa pemerintah berusaha menghindari batas waktu Kongres untuk aksi militer.
Penjelasan Pentagon
Juru bicara Pentagon, Joel Valdez, menyatakan bahwa gangguan data bersifat sementara dan sedang diperbaiki. Kepala juru bicara Pentagon, Sean Parnell, juga menegaskan hal serupa melalui media sosial.
Meski database tidak mencantumkan angka terbaru, pimpinan militer sebelumnya mengakui jumlah korban luka yang lebih tinggi dalam pengarahan publik.
Parnell menyebut hampir 100 prajurit terluka sejak 7 Juli.
Reaksi Kongres
Dua belas anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat dari Partai Demokrat mengirim surat kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Mereka menuntut laporan lengkap korban sejak operasi militer dimulai.
>>> Azzi Fudd Cetak Sejarah, Juara Kontes Tiga Angka WNBA All-Star 2026
Anggota Kongres Thomas Massie menuduh Pentagon berpura-pura ada dua perang Iran yang dipisah gencatan senjata singkat.
Ia menyebut Hegseth melanggar hukum karena operasi militer berlangsung lebih dari 90 hari tanpa otorisasi Kongres.
Update Terbaru
Jadwal KRL Jogja Solo Minggu 26 Juli 2026 Lengkap, Cek Jam Keberangkatan dari Tugu hingga Palur
Minggu / 26-07-2026, 06:51 WIB
Amiibo Splatoon Raiders: Detail Luar Biasa pada Figur Shiver, Frye, dan Big Man
Minggu / 26-07-2026, 06:50 WIB
Casemiro Siap Debut untuk Inter Miami Lawan CF Montréal
Minggu / 26-07-2026, 06:50 WIB
FC Cincinnati Unggul Cepat atas Columbus Crew di Derby Hell is Real
Minggu / 26-07-2026, 06:49 WIB
Azzi Fudd Cetak Sejarah, Juara Kontes Tiga Angka WNBA All-Star 2026
Minggu / 26-07-2026, 06:49 WIB
Pura-pura Dibegal demi Klaim Asuransi, Pria di Jakbar Tusuk Tangannya Sendiri
Minggu / 26-07-2026, 06:49 WIB
Phoenix Catat Rekor 117 Derajat di Tengah Peringatan Cuaca Ekstrem
Minggu / 26-07-2026, 06:48 WIB
Diduga Aniaya Anak Buah, Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong Punya Harta Rp1,9 Miliar
Minggu / 26-07-2026, 06:47 WIB
Dedi Mulyadi Balas Kritik Yusril: Sayembara Tangkap Begal Cegah Main Hakim Sendiri
Minggu / 26-07-2026, 06:47 WIB
5 Fitur Rahasia Free Fire yang Masih Efektif di 2026
Minggu / 26-07-2026, 06:45 WIB
Build Loadout Terbaru Free Fire Juli 2026: Kombinasi Senjata dan Karakter Terbaik
Minggu / 26-07-2026, 06:45 WIB
Bintang 'Below Deck' Natalya Scudder Ceritakan Kondisi Mengerikan di Pusat Penahanan AS
Minggu / 26-07-2026, 06:45 WIB
Gel Ajaib Ubah Sinar Matahari Jadi Air Minum, Akhirnya Kekeringan Teratasi?
Minggu / 26-07-2026, 06:44 WIB
Lenovo Luncurkan Monitor Gaming 280Hz Terjangkau dengan Panel IPS 27 Inci
Minggu / 26-07-2026, 06:44 WIB







