Gelombang panas ekstrem mendorong suhu di Phoenix mencapai rekor 117 derajat Fahrenheit pada 24 Juli 2026. Suhu tercatat di Bandara Internasional Phoenix Sky Harbor.

Menurut National Weather Service, suhu tersebut melampaui rekor harian sebelumnya yang mencapai 116 derajat pada 2023.

>>> Diduga Aniaya Anak Buah, Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong Punya Harta Rp1,9 Miliar

Suhu pagi hari juga menyamai rekor terendah sepanjang masa yaitu 97 derajat, jauh di atas normal musiman 85 derajat.

Peringatan cuaca ekstrem masih berlaku hingga pukul 20.00 waktu setempat pada Senin di wilayah metropolitan Phoenix. Suhu diperkirakan berkisar antara 112 hingga 117 derajat selama akhir pekan.

Kondisi ekstrem ini mendorong kota Phoenix menutup jalur pendakian di Camelback Mountain, Piestewa Peak, dan South Mountain mulai pukul 08.00 hingga 17.00.

Peneliti dari Arizona State University mengaitkan peningkatan suhu malam hari dengan adveksi termal.

Lahan pertanian di West Valley yang berubah menjadi kawasan perkotaan menyebabkan panas terperangkap dan bergerak ke arah timur menuju Phoenix pada malam hari.

>>> Dedi Mulyadi Balas Kritik Yusril: Sayembara Tangkap Begal Cegah Main Hakim Sendiri

Petugas cuaca juga memperingatkan angin kencang mencapai 30 hingga 50 mil per jam di Lembah Salt River.

Ada pula peluang 20 persen hujan monsun dan badai debu hingga awal pekan depan.

Otoritas darurat menyarankan warga untuk tetap di dalam ruangan, minum air secara terus-menerus, dan memeriksa tetangga yang rentan.

Pusat pendingin Salvation Army dan pusat hidrasi Maricopa County tetap buka untuk membantu masyarakat.

"Sebagian besar warga Lembah tahu seberapa cepat dan dahsyat badai bisa datang dan pergi, membawa angin kencang, debu, hujan, dan banjir bandang.

>>> 5 Fitur Rahasia Free Fire yang Masih Efektif di 2026

Badai ini dapat menyebabkan gangguan layanan seperti air, listrik, dan gas," kata Kapten Ashley Losch dari Dinas Pemadam Kebakaran Glendale.