Seorang pria berinisial AC di Jakarta Barat nekat merekayasa laporan pembegalan. Aksi tersebut justru terbongkar setelah polisi menemukan banyak kejanggalan.

AC melaporkan dirinya menjadi korban pembegalan di Jalan Kampung Malang, Cengkareng Barat pada 22 Juli 2026.

>>> Phoenix Catat Rekor 117 Derajat di Tengah Peringatan Cuaca Ekstrem

Dalam laporannya, ia mengaku tas berisi uang tunai Rp1 juta dan laptop Lenovo Legion dirampas, dengan total kerugian Rp27,3 juta.

Kanit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat AKP George Ruben AY menjelaskan, AC bahkan mengaku mengalami luka tusuk di lengan kiri karena melawan pelaku.

Polisi melakukan penyelidikan dengan olah TKP, memeriksa saksi, dan mengumpulkan alat bukti. Namun, proses tersebut justru mengungkap sejumlah kejanggalan.

Setelah didalami, polisi memastikan laporan pembegalan itu adalah rekayasa.

AC mengakui sengaja membuat cerita tersebut agar bisa mengklaim asuransi kepada perusahaan pembiayaan tempat ia membeli laptop secara kredit.

>>> Diduga Aniaya Anak Buah, Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong Punya Harta Rp1,9 Miliar

Ia mengaku tertekan karena harus membayar cicilan laptop.

Polisi juga menemukan bahwa laptop yang disebut dirampas sebenarnya tidak hilang, melainkan berada di tempat servis di Mangga Dua.

Pengakuan AC mengenai luka tusuk di lengannya pun terbantahkan. Kepada penyidik, ia mengaku sengaja melukai tangannya sendiri menggunakan gunting agar kisah pembegalan terlihat meyakinkan.

AC kemudian mendatangi Polres Metro Jakarta Barat untuk mencabut laporan polisi dan merekam video klarifikasi.

Dalam video tersebut, ia meminta maaf kepada Polri, khususnya Polsek Cengkareng dan Polres Metro Jakarta Barat.

>>> Dedi Mulyadi Balas Kritik Yusril: Sayembara Tangkap Begal Cegah Main Hakim Sendiri

"Motif saya melakukan itu karena saya ingin klaim asuransi dan menghentikan cicilan, itu semua disebabkan karena ekonomi," katanya.