Rencana pemerintah menerapkan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor hingga 40 tahun dinilai berpotensi menciptakan peluang bisnis baru bagi industri asuransi.

Kebijakan tersebut diperkirakan akan meningkatkan permintaan terhadap produk asuransi jiwa kredit dan asuransi kebakaran seiring bertambahnya penyaluran pembiayaan perumahan.

>>> Zulhas Targetkan 35.872 Koperasi Desa Merah Putih Rampung Agustus 2026

Pengamat asuransi Wahyudin Rahman mengatakan semakin panjang tenor KPR akan memperluas akses masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memiliki rumah.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan jumlah polis asuransi yang melekat pada fasilitas kredit perumahan.

"Menurut saya, skema KPR tenor 40 tahun berpotensi memperluas akses kepemilikan rumah, terutama bagi masyarakat berusia muda.

Bagi industri asuransi, ini membuka peluang peningkatan bisnis asuransi jiwa kredit dan asuransi kebakaran, namun juga meningkatkan eksposur risiko jangka panjang dan pencadangan sehingga memerlukan pengelolaan risiko, penetapan premi, dan reasuransi yang lebih kuat," ujar Wahyudin kepada Warta Ekonomi, Senin (20/7/2026).

Meski membuka peluang pertumbuhan bisnis, Wahyudin mengingatkan tenor pembiayaan yang lebih panjang juga akan meningkatkan eksposur risiko perusahaan asuransi.

Karena itu, perusahaan perlu memperkuat strategi underwriting, perhitungan aktuaria, manajemen aset dan liabilitas, serta kapasitas reasuransi.

"Secara umum industri memiliki pengalaman mengelola risiko jangka panjang, terutama perusahaan asuransi jiwa. Namun, diperlukan penyesuaian underwriting, aktuaria, manajemen aset-liabilitas, dan kapasitas reasuransi," katanya.

Ia menambahkan, dampak positif terhadap industri akan sangat bergantung pada implementasi kebijakan tersebut.

Apabila penyaluran KPR meningkat, perusahaan asuransi berpotensi memperoleh tambahan premi yang dapat menopang pertumbuhan pendapatan.

"Jika implementasinya berjalan baik dan volume KPR meningkat, skema ini berpotensi memberikan tambahan premi yang positif dan mendukung pertumbuhan pendapatan perusahaan," ujarnya.