Wacana penghapusan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebagai syarat kredit pemilikan rumah (KPR) dinilai dapat memicu lonjakan kredit bermasalah.

Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda, mengingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan moral hazard di sektor perbankan.

>>> Don Ritto Bantah Uang Rp60 Miliar Terkait Korupsi, Klaim untuk Bangun Pelabuhan

Menurut Huda, rendahnya permintaan KPR bukan disebabkan oleh persyaratan SLIK, melainkan daya beli masyarakat yang lemah. "Pertumbuhan harga rumah lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pendapatan.

Akibatnya, orang mau membeli rumah pun juga tidak mampu jika harga selalu meroket," ujarnya kepada Warta Ekonomi, Selasa (14/7/2026).

Ia menambahkan, sebagian masyarakat lebih memilih mengontrak rumah di dekat tempat kerja dan menunda kepemilikan rumah. "Jadi mau dihapuskan SLIK pun, permintaan juga tidak akan terkerek," katanya.

Risiko Moral Hazard dan NPL

SLIK selama ini menjadi alat bagi perbankan untuk mengukur kemampuan calon debitur membayar cicilan.

Jika syarat tersebut dihapus, bank berpotensi menyalurkan kredit ke debitur dengan kemampuan bayar yang kurang baik.

"Jika ingin menghapus syarat SLIK, ada potensi moral hazard juga.

>>> Masuk 44 Tahun, Song Ji Hyo Ungkap Alasan Belum Menikah dan Nyaman Melajang

Selama ini SLIK menjadi alat bagi perbankan untuk memisahkan mana debitur yang jelek dan bagus dalam kemampuan bayar cicilan.

Makanya, NPL kita secara umum terjaga dengan baik," ujar Huda.

Pada tahap awal, dampak kebijakan tersebut mungkin tidak langsung terlihat. Namun dalam jangka panjang, penghapusan SLIK bisa memengaruhi kualitas pembiayaan.

"Ketika ada riwayat buruk dalam hal keuangan, namun tetap diberikan pembiayaan, maka NPL akan semakin parah, terlebih NPL KPR juga mengalami peningkatan.

Jadi secara jangka pendek, NPL akan terlihat membaik, tapi di jangka menengah dan panjang bisa membuat NPL meningkat.

Kualitas penyaluran bisa memburuk karena adanya moral hazard," jelasnya.

>>> Warga RI Paling Rajin Minta Gemini AI Bikin Gambar, 9 Juta Sehari!

Huda menekankan bahwa jika ingin meningkatkan kepemilikan rumah, pemerintah perlu mendorong perbaikan daya beli dan keterjangkauan harga rumah, bukan sekadar melonggarkan persyaratan kredit.