Stellantis melaporkan lonjakan tajam pengiriman pada kuartal kedua tahun ini, terutama berkat peningkatan di Amerika Utara dan komitmen perusahaan terhadap model yang diminati konsumen.

Secara global, Stellantis mengirimkan 1.597.000 kendaraan pada Q2 2026, naik 10% dibandingkan 1.447.000 unit pada periode yang sama tahun lalu.

>>> Jetta M6: Mobil Listrik Murah VW yang Mirip Tesla Model 3

Di Amerika Utara, pengiriman melonjak 38% dari sekitar 323.000 unit menjadi 445.000 unit.

Kembalinya model ikonik seperti Hemi V8 disebut sebagai salah satu pendorong utama.

Pembaruan pada Ram 1500, Jeep Grand Wagoneer, dan Cherokee juga berkontribusi.

Perlu dicatat bahwa angka tersebut adalah pengiriman, bukan penjualan ritel, sehingga mencakup kendaraan yang dikirim ke dealer dan distributor.

Stellantis mengaitkan lonjakan di Amerika Utara dengan model dan powertrain baru, termasuk Ram 1500 HEMI V8, Ram 1500 TRX SRT, Jeep Grand Wagoneer dan Grand Cherokee yang diperbarui, Chrysler Pacifica yang direvisi, serta peluncuran Jeep Cherokee all-new.

Penumpukan stok menjelang penghentian produksi musim panas juga menambah angka tersebut.

Pada Q2 tahun lalu, Stellantis belum menjual Charger dua pintu maupun empat pintu dengan mesin enam silinder twin-turbo 3.0 liter seperti sekarang.

>>> NHTSA Buka Peluang Robotaxi Tanpa Setir, Tesla Diuntungkan

Awalnya model ini hanya dijual sebagai EV.

Di Eropa, pengiriman meningkat 5% year-over-year, setara dengan sekitar 39.000 unit tambahan.

Pendorong utama di Eropa termasuk Citroen C3 dan C3 Aircross, Opel/Vauxhall Frontera, serta Fiat Grande Panda.

Permintaan Jeep Compass juga meningkat.

Pengiriman model Leapmotor melonjak dari sekitar 25.000 unit menjadi 33.000 unit.

Namun, tidak semuanya berjalan mulus.

Pengiriman beberapa model Stellantis di Eropa menurun, termasuk Jeep Avenger, Fiat 600, Opel Mokka, dan Peugeot 2008.

>>> Ford dan Unifor Capai Kesepakatan Sementara, Menanti Persetujuan Anggota

Penurunan juga terjadi di kawasan tertentu: pengiriman turun 4% di Timur Tengah & Afrika menjadi 121.000 unit, turun 7% di Amerika Selatan menjadi 253.000 unit, dan stabil di 16.000 unit di Asia Pasifik.