Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendorong kepala desa untuk meningkatkan kompetensi melalui program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK).

Program ini bertujuan memperkuat desa agar mandiri dan mampu membendung arus urbanisasi ke kota.

>>> Stephane Rolland dan Senandung Dalida yang Tak Pernah Pudar

Tito menyebutkan bahwa saat ini 56 persen penduduk Indonesia tinggal di perkotaan, sementara 44 persen di perdesaan.

"Ini kita harus dorong supaya tumbuh desa-desa ini, diperkuat," kata Tito saat membuka KDMK Angkatan II di Universitas Indonesia, Depok, Selasa (14/7).

Program KDMK merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo, yaitu membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Tito menjabarkan tiga langkah pemerintah untuk memperkuat desa: Undang-Undang Desa sebagai payung hukum, pembentukan kementerian khusus, dan penyediaan dana desa.

"Tujuannya mendorong desa berkembang, membuka lapangan kerja, dan mandiri secara keuangan," ujarnya.

>>> Polri Barter 3 Buronan China dengan Tersangka Penipuan Tambang

Melalui KDMK, kepala desa dibekali kemampuan manajerial, administrasi, serta inovasi dan kreativitas.

Tito menambahkan program ini menyamakan kompetensi kepala desa dari berbagai latar belakang agar mampu mengelola desa dengan baik.

UI dipilih sebagai mitra karena merupakan salah satu kampus terbaik di Indonesia.

KDMK angkatan kedua diikuti 434 kepala desa dari 291 kecamatan di 149 kabupaten dan 32 provinsi.

>>> 2 Wanita Jadi Tersangka Kasus ASN Nias Tewas Terjatuh dari Lantai 12

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 13-16 Juli 2026.