Melihat anak enggan mengucapkan kata maaf sering membuat orang tua kecewa. Namun, sikap tersebut belum tentu bentuk pembangkangan.

Kemampuan meminta maaf berkaitan dengan perkembangan emosi dan empati. Memaksa anak mengucapkan maaf belum tentu membuat mereka memahami maknanya.

>>> Penjelasan Ilmiah Mengapa Anjing Menguap Setelah Anda Menguap

Penyebab Anak Sulit Minta Maaf

Berikut enam penyebab anak sulit minta maaf menurut psikologi.

1. Kemampuan berempati belum berkembang sempurna.

Anak usia dini memiliki empati terbatas karena kemampuan kognitif yang belum matang. Empati mulai berkembang sekitar usia 4-5 tahun.

Anak kecil sering belum memahami mengapa tindakannya menyakiti orang lain. Mereka mungkin tahu diminta berkata maaf, tapi belum mengerti alasan emosionalnya.

2. Dipaksa meminta maaf.

Memaksa anak mengucapkan maaf hanya mengajarkan kata, bukan makna. Permintaan maaf jadi tidak tulus dan hanya formalitas.

3. Merasa malu berlebihan.

Rasa malu membuat anak berpikir dirinya buruk, bukan tindakannya yang salah. Meminta maaf terasa seperti mengakui ketidakberhargaan.

>>> 10 Superfoods yang Disarankan Dokter untuk Menjaga Gula Darah Stabil

4. Sering merasa disalahkan.

Ucapan seperti "Kenapa kamu selalu begitu?" memperkuat rasa malu.

Anak jadi fokus mempertahankan diri, bukan mengakui kesalahan.

5. Belum memahami cara memperbaiki kesalahan.

Permintaan maaf bisa diwujudkan lewat tindakan, seperti membereskan barang yang rusak. Tindakan lebih bermakna daripada ucapan.

6. Kurang mendapatkan contoh dari orang tua.

Anak belajar dari apa yang dilihat. Orang tua perlu memberi contoh meminta maaf dengan tulus.

>>> Kelas 1,2,3 Dihapus, Segini Iuran BPJS Kesehatan per 25 Juli 2025

Dengan memahami penyebabnya, orang tua bisa memilih pendekatan yang lebih efektif daripada memaksa anak mengucapkan maaf.