Mengajarkan anak mengelola uang sejak dini bukan sekadar soal nominal, tetapi membentuk kebiasaan dan karakter finansial mereka hingga dewasa.

Momen Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli menjadi pengingat pentingnya membekali si kecil dengan literasi keuangan yang tepat dan menyenangkan.

>>> Houthi Serang Dua Kapal Tanker Saudi di Laut Merah

Perencana Keuangan OneShildt Consulting Budi Rahardjo menekankan pentingnya bagi orang tua untuk memperkenalkan konsep menabung dan berinvestasi sejak dini kepada anak.

Menurut Budi, hal tersebut bertujuan untuk memperkenalkan salah satu keahlian hidup yang penting buat masa depannya nanti dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhannya dan merencanakan keuangan.

"Lagipula menabung dan berinvestasi adalah ilmu yang berkaitan dengan kebiasaan dan mindset, jika tidak dilatih sedari kecil maka menabung dan investasi hanya akan menjadi ilmu saja namun sulit untuk dilakukan," ungkap Budi kepada CNNIndonesia.

com, Selasa (21/7).

Bertahap Sesuai Jenjang Usia

Budi menjelaskan edukasi keuangan perlu disesuaikan dengan daya tangkap anak di setiap usianya.

Pada usia balita, anak cukup dikenalkan dengan fungsi dasar uang sebagai alat tukar.

Setelah masuk usia sekolah dasar (SD) dan mulai bisa berhitung, orang tua dapat mengajari anak membandingkan kecukupan uang dengan harga barang.

"Ajak juga anak saat belanja untuk kebutuhan keluarga dengan mencari barang yang dibeli sesuai daftar belanja agar anak belajar disiplin anggaran.

Ajari anak mengatur uang sakunya agar dapat ditabung daripada sekadar dikonsumsi," ujar Budi.

Sementara saat menginjak usia remaja, anak bisa dilatih melakukan proyek usaha sederhana seperti berjualan produk atau jasa.

Memasuki jenjang SMA, orang tua sudah mulai bisa memperkenalkan konsep investasi yang mudah dan terjangkau.