Integrasi kecerdasan buatan (AI) telah mempermudah proses kerja dan memangkas beban karyawan.

Namun, adopsi teknologi yang masif juga membawa risiko jika perusahaan gagal merespons pelebaran skill gap tenaga kerja.

>>> Memahami Tafsir Kun Fayakun dalam Surat Yasin Ayat 82

Fenomena ini mendorong isu pengembangan talenta kembali menjadi fokus utama di berbagai perusahaan.

Diskusi mengenai AI kini berjalan beriringan dengan topik kepemimpinan, budaya kerja, dan strategi membangun organisasi adaptif.

Menyikapi situasi tersebut, Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) kembali hadir sebagai forum kolaboratif. Agenda tahunan ini mempertemukan komunitas HR dan pemimpin bisnis untuk membahas solusi strategis.

Forum Human Capital Terbesar di Indonesia

Mengusung tema “Harnessing Human-Centric AI and Digitalization to Unlock Next-Level Productivity”, IHCBS 2026 akan digelar pada 15–16 September 2026.

Acara bertempat di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Jakarta.

Perhelatan dua hari ini menghadirkan lebih dari 70 pembicara nasional dan internasional. Forum ini juga mengumpulkan lebih dari 6.000 pengambil keputusan lintas industri, sektor pemerintahan, serta akademisi.

CEO One GML dan Founder QuBisa, Suwardi Luis, menjelaskan fokus utama forum tahun ini.

“Di IHCBS 2026, kami fokus pada Human-Centric AI, bagaimana teknologi bekerja untuk manusia, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Managing Director KontanNews, Cipta Wahyana, menilai percepatan adopsi AI membuat isu produktivitas dan kesiapan talenta menjadi agenda strategis industri.

Menurutnya, korporasi memerlukan SDM yang mampu bertumbuh selaras dengan teknologi modern.

“IHCBS 2026 menjadi forum relevan yang mempertemukan pemimpin bisnis, HR, regulator, dan pemangku kepentingan dalam ekosistem kolaboratif,” kata Cipta Wahyana.

Forum ini membuka insight strategis, networking, dan peluang kolaborasi di era transformasi.