Melalui kehadiran pemateri dari berbagai latar belakang, forum ini menyajikan gambaran utuh mengenai arah perubahan dunia kerja.

>>> Xiaomi 17T vs Samsung Galaxy S25 FE: Persaingan Ketat di Pasar Premium

Perspektif yang dihadirkan mencakup praktisi human capital, CEO, akademisi, pemimpin transformasi digital, hingga pembuat kebijakan.

Sejumlah tokoh terkemuka dijadwalkan mengisi panggung Mega Session.

Di antaranya Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli dan CHRO Bridgestone Asia Pacific, Paul Choo yang memimpin transformasi HR di 14 negara.

Hadir pula EY Global Chief Learning Officer, Brenda Sugrue, serta Chief Operation Officer Danantara, Dony Oskaria.

Jajaran Direktur HR dari perusahaan papan atas seperti Pertamina dan Mayapada Hospital juga akan hadir.

Keberagaman perspektif ini menjadi daya tarik utama bagi peserta.

Tantangan bisnis modern tidak lagi dapat diselesaikan lewat pendekatan parsial karena strategi talenta, teknologi, dan pertumbuhan kini saling terikat.

Selain sesi pemaparan materi, ajang ini membuka kesempatan luas untuk bertukar pengalaman dan memperluas jejaring kerja. Nilai kolaborasi ini dinilai tidak kalah penting bagi para pelaku industri.

Di tengah dinamika yang bergerak cepat, korporasi tidak lagi sekadar mencari teori baru.

Kebutuhan utama saat ini adalah pembelajaran dari pengalaman nyata para pemimpin yang telah berhasil menghadapi tantangan serupa.

Ketua Steering Committee Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), Yunus Triyonggo, menyatakan transformasi ini tidak dapat ditunda lagi.

“Tanpa talenta yang cakap teknologi, cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi angan-angan,” tegasnya.

IHCBS 2026 menjadi katalisator bagi transformasi ini, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berhenti berwacana dan mulai beraksi.

>>> Batik: Pakaian Fleksibel untuk Segala Acara, Wajib Ada di Lemari

Perusahaan yang sanggup menyiapkan talenta adaptif terhadap AI akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih besar.