Ungkapan "Kun fayakun" sering diucapkan umat Islam saat membahas keajaiban dan kekuasaan Allah SWT. Ungkapan ini berasal dari Surat Yasin ayat 82.

Ayat tersebut bukan sekadar rangkaian kata indah, melainkan memiliki pesan mendalam tentang mutlaknya kuasa Pencipta atas alam semesta.

>>> Xiaomi 17T vs Samsung Galaxy S25 FE: Persaingan Ketat di Pasar Premium

Dalam keseharian, kalimat ini menjadi simbol bahwa tidak ada hal yang mustahil bagi Allah SWT.

Surat Yasin ayat 82 berbunyi: "Innamā amruhū iżā arāda syai'an ay yaqūla lahū kun fa yakūn." Artinya: "Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya: ‘Jadilah!’

Maka jadilah sesuatu itu."

Ayat ini berada di bagian akhir Surat Yasin yang banyak mengulas tentang kekuasaan Allah, proses penciptaan manusia, hari kebangkitan, hingga tanda kebesaran-Nya di alam raya.

Makna Menurut Tafsir Ulama

Tafsir Tahlili Kementerian Agama RI menjelaskan bahwa ayat ini memperlihatkan betapa mudah bagi Allah SWT untuk menciptakan sesuatu.

Ketika Allah menghendaki, tidak diperlukan proses panjang seperti cara kerja manusia.

Cukup dengan kehendak-Nya, maka apa yang diinginkan langsung terwujud. Konsep ini membuktikan bahwa kekuasaan Allah tidak dibatasi oleh ruang, waktu, maupun hukum alam.

Tafsir Ibnu Katsir menerangkan bahwa Allah SWT tidak membutuhkan perintah berulang-ulang untuk menciptakan sesuatu. Satu kehendak Allah sudah cukup untuk menghadirkan apa pun yang Dia inginkan.

Pandangan lain terdapat dalam kitab Tafsir An-Nur karya Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy.

Sebagian ulama memahami kata "kun" bukan sebagai ucapan literal, melainkan perumpamaan tentang kecepatan dan mutlaknya kehendak Allah bekerja.

Kekuasaan atas Alam Semesta dan Keterbatasan Makhluk

Ayat ini berfungsi sebagai pengingat tentang sosok pencipta alam semesta. Melalui banyak ayat Al Quran, manusia diajak memperhatikan langit, bumi, pergantian siang malam, hingga penciptaan diri sendiri.