Potongan ayat fa inna ma'al usri yusra dalam Surat Al Insyirah sering menjadi pengingat yang menenangkan saat menghadapi tekanan hidup atau ujian berat.

Ayat ini bukan sekadar kutipan motivasi biasa, melainkan memiliki kandungan makna mendalam dalam kajian tafsir Al Quran.

>>> Astra Kuasai 51 Persen Pangsa Pasar Mobil Nasional

Para ulama menyatakan bahwa pengulangan kalimat tersebut dalam Surat Al Insyirah merupakan bentuk penegasan kuat mengenai harapan serta pertolongan Allah kepada setiap hamba-Nya.

Surat ke-94 yang terdiri dari delapan ayat ini diturunkan sebagai penghibur bagi Nabi Muhammad SAW saat menghadapi beratnya tekanan dakwah dan penolakan dari kaum Quraisy.

Keindahan Bahasa dalam Pengulangan Ayat

Pengulangan ayat kelima dan keenam dalam Surat Al Insyirah memiliki tujuan khusus dalam ilmu balaghah atau sastra Arab.

Pengulangan tersebut berfungsi memberikan penekanan pada pesan penting yang ingin disampaikan.

Ulama tafsir Ibnu Katsir menerangkan adanya keindahan bahasa pada penggunaan kata al-'usr dan yusra.

Kata al-'usr yang berarti kesulitan memakai bentuk isim ma’rifah karena menggunakan alif lam, yang dalam kaidah bahasa Arab merujuk pada satu hal yang sama.

Sebaliknya, kata yusra atau kemudahan ditulis dalam bentuk isim nakirah tanpa alif lam.

Bentuk ini mengindikasikan makna kemudahan yang bersifat umum, luas, serta tidak terbatas.

Melalui pemahaman ini, para ulama menyimpulkan bahwa satu kesulitan akan selalu disertai dengan lebih dari satu kemudahan.

Kesulitan dan Kemudahan Hadir Bersamaan

Redaksi ayat ini menekankan kata "bersama kesulitan" dan bukan "setelah kesulitan ada kemudahan".

>>> Rencana Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Disorot Akademisi

Perbedaan redaksi tersebut dinilai sangat krusial oleh para pakar tafsir Al Quran.