M.

Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menyebutkan bahwa pertolongan Allah sering kali datang bersamaan dengan ujian yang sedang melanda, meskipun manusia tidak selalu langsung menyadarinya.

Kemudahan tersebut dapat mewujud dalam bentuk kekuatan hati, bantuan orang terdekat, atau kemampuan bertahan.

Keterangan dari Sayyid Qutb menegaskan fungsi surat ini untuk menenangkan hati Rasulullah SAW.

Allah mengingatkan Nabi Muhammad SAW mengenai nikmat kelapangan dada, pengangkatan beban berat, serta meningginya sebutan nama beliau sebelum menegaskan kehadiran kemudahan di setiap kesulitan dakwah.

Anjuran Tetap Berusaha dan Berharap kepada Allah

Pada bagian akhir, Surat Al Insyirah memuat instruksi penting bagi umat Muslim untuk terus bergerak aktif melalui ayat ketujuh dan kedelapan.

Ayat tersebut mengajarkan agar seorang Muslim tidak larut dalam kesedihan ataupun cepat merasa puas setelah menuntaskan suatu perkara.

Umat manusia didorong untuk terus berupaya keras sekaligus menggantungkan harapan hanya kepada Allah.

Aidh al-Qarni menyebutkan bahwa keyakinan akan adanya batas pada setiap ujian menjadi sumber ketenangan utama bagi seorang Muslim.

>>> Pemerintah Kaji Insentif Ekonomi Pascakenaikan Harga Pertamax

Ayat fa inna ma'al usri yusra pada akhirnya mendidik manusia tentang arti kesabaran, keteguhan, dan keyakinan pada rahmat Allah.