Stop Killing Games Kritik Langkah PlayStation Tinggalkan Kaset Fisik

Gerakan Stop Killing Games memperketat kritik terhadap transisi PlayStation menuju distribusi game digital.
Mereka menilai penurunan jumlah kaset fisik dapat melemahkan hak kepemilikan konsumen.
>>> Mainan Kucing Magikarp Pokémon Dijual Empat Kali Lipat di Pasar Sekunder
Dalam pernyataan publik berjudul A Story of Lies, organisasi tersebut menguraikan posisi mereka terhadap strategi Sony.
Inisiatif ini awalnya diluncurkan pada tahun 2024 menyusul penghentian gim The Crew oleh Ubisoft.
Kampanye hak-hak konsumen ini telah berkembang menjadi salah satu yang terbesar di industri game.
Petisi Inisiatif Warga Eropa mereka berhasil melampaui satu juta tanda tangan terverifikasi.
Dukungan tersebut menarik perhatian para pembuat undang-undang di Eropa.
Hal itu turut memicu diskusi yang lebih luas tentang kepemilikan game dan pelestarian digital.
Alasan Penolakan Arah Digital Sony
Melalui serangkaian unggahan di platform X, Stop Killing Games membeberkan alasan kritik mereka.
>>> Evolusi Delibird di Pokémon Diamond dan Pearl Muncul dari DVD Langka
Organisasi tersebut menyatakan bahwa rilis khusus digital mengurangi penjualan kembali game.
Sistem ini juga memberikan kendali yang lebih besar kepada penerbit atas penggunaan game.
Selain itu, distribusi digital dinilai membatasi kepemilikan yang sebenarnya bagi para pemain.
Peralihan ini juga dikhawatirkan dapat menghambat komunitas modifikasi yang memperpanjang umur game.
Pernyataan terbaru mereka ditutup dengan pesan keras terkait pencabutan hak-hak konsumen.
Organisasi ini juga bekerja sama dengan kelompok pelestarian DoesItPlay?.
Kelompok tersebut telah meneliti fungsi dan pelestarian rilisan fisik PlayStation secara ekstensif.
>>> S.T.A.L.K.E.R. 2 Cost of Hope Ungkap Jadwal Rilis dan Menuju Chernobyl
Kampanye dengan slogan No Disc, No Buy kini semakin mendapatkan momentum di ranah online.
Gerakan ini mendorong para pemain untuk menghindari pembelian game PlayStation khusus digital.
Meskipun belum ada boikot formal, tagar tersebut menjadi titik fokus bagi pendukung media fisik.
Perdebatan ini turut mengundang komentar dari para veteran industri game.
Co-founder Rockstar Games, Dan Houser, sebelumnya menyatakan bahwa perusahaan sebaiknya menyediakan kaset fisik.
Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran yang dirasakan oleh banyak pemain di tengah industri.
Hingga kini, pihak Sony belum memberikan tanggapan publik terhadap klaim terbaru tersebut.
>>> Evolusi Tren Gym Modern: Bukan Cuma Tempat Angkat Beban Biasa
Masa depan kepemilikan game fisik diperkirakan akan terus menjadi topik utama.
Update Terbaru
Pesta Gol Timnas Indonesia Berkat Aksi Impresif Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 01:22 WIB
Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
Selasa / 28-07-2026, 01:21 WIB
Nissan Dayz Model Terbaru di Jepang Kini Semakin Aman Berkat Fitur Keselamatan
Selasa / 28-07-2026, 01:21 WIB
Dua Masjid di Tepi Barat Dibakar Pemukim Israel, Ini Faktanya
Selasa / 28-07-2026, 01:14 WIB
Eksperimen Formasi John Herdman Saat Timnas Hadapi Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:09 WIB
Piala AFF 2026: Mitchell Baker Cetak Tiga Gol ke Gawang Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Dualisme Keraton Solo Picu Dua Perhelatan Sekaten Berbeda
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Mandalika Racing Series 2026 Putaran Ketiga Lahirkan Calon Juara Dunia
Selasa / 28-07-2026, 01:00 WIB
Skuad Garuda Bungkam Kamboja 5-1 Lewat Hattrick Debut Bersejarah
Selasa / 28-07-2026, 00:51 WIB
Nasabah Terima Voucher Haji Rp245 Juta dari Bank Mega Syariah
Selasa / 28-07-2026, 00:50 WIB
Aksi Heroik Warga Gagalkan Penusukan Tiga Wanita oleh Pria di Paris
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Stunting pada Anak Berdampak Serius pada Perkembangan Kognitif
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Klasemen Piala AFF 2026: Garuda Tempel Vietnam Usai Pesta Gol
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Mitchell Baker Ungkap Rasa Tak Percaya Usai Cetak Hattrick untuk Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB







