Chery, vendor mobil asal China, memperkenalkan robot humanoid terbaru bernama AiMOGA Mornine.

Robot ini dibekali teknologi kecerdasan buatan berbasis ChatGPT dan mampu berkomunikasi dalam lebih dari 10 bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

>>> PLN Rilis Tarif Pasang Baru Listrik Juni 2026, Mulai Rp421 Ribu

Kehadiran robot ini menggabungkan berbagai model AI, termasuk DeepSeek, untuk menjalankan tugas fisik sekaligus berinteraksi secara natural. Pengembangan sistem interaksi dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra kecerdasan buatan.

"Kami bekerja sama dengan berbagai mitra AI untuk mengembangkan kemampuan interaksi robot.

Tujuannya agar robot dapat berkomunikasi secara lebih natural dan memahami kebutuhan pengguna," ujar Sam, Marketing Overseas Chery.

Kemampuan komunikasi tersebut menjadi fondasi utama bagi Chery dalam merancang robot yang fungsional di berbagai lingkungan kerja global.

Robot ini juga mampu mendemonstrasikan respons langsung terhadap instruksi manusia.

Fitur dan Kemampuan Robot

Mornine didesain dengan dua metode operasi, yaitu mode daring dan luring. Fungsi dasar seperti menyapa dan merespons perintah terprogram tetap berjalan tanpa koneksi internet.

"Untuk interaksi sederhana, robot dapat bekerja secara offline. Namun jika pengguna membutuhkan informasi yang lebih luas atau spesifik, sistem perlu terhubung ke internet," jelas Sam.

>>> IHSG Melemah, Investor Wait and See BI Rate dan Rilis MSCI

Selain sistem percakapan, robot ini dilengkapi sensor LiDAR 3D, kamera kedalaman, kamera visual, navigasi berbasis sensor, serta tangan dexterous.

Hal ini memungkinkan robot memetakan lingkungan dan menangani objek rapuh dengan presisi tinggi.

"Sensor pada tangan membantu robot mengontrol tekanan secara akurat sehingga dapat melakukan berbagai tugas yang membutuhkan ketelitian," ujar Sam.

Chery memproyeksikan penggunaan Mornine untuk berbagai skenario, mulai dari asisten penjualan kendaraan hingga robot perawat rumah sakit guna menangani pekerjaan repetitif.

Saat ini kemampuan robot berada pada Level 3 atau semi-mandiri. Target pengembangan masa depan adalah menuju Level 4 dan Level 5 untuk pengambilan keputusan yang lebih mandiri.

"Kami percaya robot humanoid akan terus berkembang.

>>> KPK Usut Pembelian Aset Tersangka Kasus Pemerasan K3 Kemenaker

Dengan dukungan AI dan data yang semakin besar, kemampuan robot untuk memahami lingkungan dan membantu manusia akan menjadi semakin baik," pungkas Sam.