Sampoerna Agro Resmi Berganti Nama Jadi Prime Agri Resources Tbk
PT Sampoerna Agro Tbk resmi memperkenalkan identitas korporasi baru. Emiten berkode saham SGRO ini kini berganti nama menjadi PT Prime Agri Resources Tbk.
Perubahan nama ini merupakan bagian dari transformasi bisnis jangka panjang. Langkah ini bertujuan memperkuat posisi perusahaan sebagai platform agribisnis terintegrasi yang lebih modern.
>>> Cate Blanchett Jadi Profesor Tamu Teater Kontemporer di Universitas Oxford
Perjalanan bisnis perseroan dimulai sejak 1993 dengan nama PT Selapan Jaya. Setelah lebih dari tiga dekade, transformasi nama ini menjadi tonggak sejarah baru yang penting.
Perseroan telah mengantongi berbagai sertifikasi keberlanjutan internasional. Sertifikasi tersebut meliputi RSPO, ISCC, dan ISPO.
Penerapan standar kelestarian dilakukan secara bertahap hingga tingkat petani. Hal ini demi menjaga mutu rantai pasok perusahaan.
Ekspansi Operasional di Sumatra dan Kalimantan
PT Prime Agri Resources Tbk terus memperluas jangkauan operasional di Sumatra dan Kalimantan. Sejak IPO pada 2007, luas kebun inti perusahaan meningkat signifikan.
Luas lahan perkebunan inti tercatat tumbuh lebih dari dua kali lipat hingga mencapai 78.000 hektare pada 2025.
>>> Bloomberg Media dan Cision Jalin Kemitraan Integrasikan Jurnalisme ke Alur Kerja Komunikasi
Pertumbuhan ini seiring dengan peningkatan kapasitas lini produksi pengolahan kelapa sawit.
Saat ini, perusahaan mengoperasikan delapan pabrik kelapa sawit dengan kapasitas total 510 ton TBS per jam. Lokasi operasional mencakup lima pabrik di Sumatra dan tiga pabrik di Kalimantan.
Pengembangan Benih Unggul Sriwijaya
Perusahaan juga mengandalkan riset agronomi berkelanjutan melalui anak usahanya, PT Binasawit Makmur. Pusat riset di Palembang ini telah beroperasi sejak 1994.
Fasilitas riset memanfaatkan inovasi kultur jaringan dan bioteknologi tanaman. Dari penelitian ini, lahir enam varietas benih unggul berdaya hasil tinggi bernama DxP Sriwijaya.
>>> Perbanas Luncurkan UMKM Center untuk Dorong UMKM Naik Kelas
Hak kekayaan intelektual untuk seluruh varietas benih telah mengantongi sertifikasi resmi Kementerian Pertanian sejak 2008. Benih unggul ini kemudian didistribusikan ke berbagai perkebunan nasional.
Update Terbaru
Rupiah Melemah ke Rp 17.796 per Dolar AS, Tertekan Faktor Global
Kamis / 18-06-2026, 12:32 WIB
Swiss Hadapi Bosnia-Herzegovina di Laga Kedua Grup B Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 12:32 WIB
Elon Musk Kembangkan Chip AI Lebih Kencang dan Murah dari Nvidia
Kamis / 18-06-2026, 12:32 WIB
Agen AI di Moltbook Ciptakan Agama Digital Sendiri
Kamis / 18-06-2026, 12:32 WIB
OJK Tetapkan Jajaran Direksi BEI Periode 2026-2030, Jeffrey Hendrik Jadi Dirut
Kamis / 18-06-2026, 12:32 WIB
Menaker Dorong Pemerataan Peserta dan Perusahaan di Magang Nasional 2026
Kamis / 18-06-2026, 12:32 WIB
Aspermigas: Ruang Penurunan Harga Pertamax Terbuka Lebar
Kamis / 18-06-2026, 12:29 WIB
Tamara Tyasmara Nilai Vonis 20 Tahun Yudha Arfandi Belum Setimpal
Kamis / 18-06-2026, 12:28 WIB
Trailer Spider-Man: Brand New Day Isyaratkan Peran Sadie Sink sebagai Jean Grey
Kamis / 18-06-2026, 12:28 WIB
Roblox Terapkan Klasifikasi Akun Berdasarkan Usia Secara Global
Kamis / 18-06-2026, 12:28 WIB
Pratinjau Swiss vs Bosnia: Nati Incar Tiga Poin di Los Angeles
Kamis / 18-06-2026, 12:28 WIB
LPEI: Ekspor Kakao RI Tumbuh 36% di Tengah Tekanan Pasokan Global
Kamis / 18-06-2026, 12:28 WIB
Messi Cetak Hattrick, Argentina Bantai Aljazair 3-0 di Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 12:28 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.796 per Dolar AS pada Kamis Siang
Kamis / 18-06-2026, 12:25 WIB






