Jeff Bezos: AI Justru Ciptakan Kelangkaan Tenaga Kerja, Bukan PHK Massal
Pendiri Amazon, Jeff Bezos, menyatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) justru akan menciptakan kelangkaan tenaga kerja, bukan menghilangkan peran manusia.
Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi teknologi VivaTech di Paris pada Rabu (17/6/2026), seperti dilansir dari Investor Daily.
>>> Jadwal Timnas MLBB Indonesia di Kualifikasi Asian Games 18 Juni 2026
Bezos menegaskan bahwa dirinya sangat tidak setuju dengan pandangan yang menyebut AI akan membuat manusia tidak dibutuhkan.
"Saya pikir AI justru akan menciptakan kelangkaan tenaga kerja," ujarnya.
PHK Massal dan Kekhawatiran Global
Pandangan optimistis ini muncul di tengah gelombang PHK massal oleh berbagai perusahaan global demi efisiensi.
Data firma Challenger, Gray and Christmas di AS menunjukkan 40 persen dari 97.006 pemangkasan kerja pada Mei 2026 dipicu adopsi AI.
Sementara itu, survei Reuters/Ipsos mengungkapkan separuh warga Amerika khawatir akan keamanan posisi mereka.
Amazon sendiri telah mengurangi sekitar 30.000 posisi korporat sejak akhir tahun lalu.
Meski demikian, Bezos yang memiliki kekayaan sekitar US$ 250 miliar menilai manusia memiliki kebutuhan berkarya yang tidak terbatas.
>>> Singapura Puncaki Daftar Kreditur Terbesar Indonesia per April 2026
Menurutnya, AI akan mendobrak hambatan produktivitas, menurunkan biaya produksi, dan menumbuhkan jenis pekerjaan baru yang belum terbayangkan saat ini.
Visi Luar Angkasa dan Startup AI
Selain membahas AI, Bezos juga membeberkan visi jangka panjang untuk memindahkan industri polutif ke luar angkasa.
"Jika perjalanan luar angkasa sudah andal dan terjangkau, kita bisa mendapatkan material dari asteroid dan bulan. Bumi bisa dikembalikan ke kondisi sebelum Revolusi Industri," jelasnya.
Upaya ini dilakukan melalui Blue Origin, perusahaan antariksa milik Bezos.
CEO Blue Origin, David Limp, mengatakan pembangunan kembali landasan peluncuran roket New Glenn di Florida telah dimulai setelah ledakan pada Mei lalu.
Bezos juga tengah mengembangkan startup AI baru bernama Prometheus.
>>> Museum Sirah Nabi Madinah: Edukasi Sejarah dengan Teknologi Modern
Tantangan utama ke depan adalah kesiapan pekerja untuk beradaptasi dan menguasai keterampilan baru di ekosistem ekonomi berbasis AI.
Update Terbaru
BPI Danantara Konsolidasikan Perusahaan Asuransi BUMN Mulai Juli 2026
Kamis / 18-06-2026, 10:57 WIB
Colorpak Indonesia Bagikan Dividen Rp170,51 Per Saham, Yield Tembus 10%
Kamis / 18-06-2026, 10:56 WIB
Real Madrid Raup 20 Juta Euro dari Transfer Victor Munoz ke Liverpool
Kamis / 18-06-2026, 10:56 WIB
Saham Bank Besar Melemah Jelang Pengumuman BI Rate
Kamis / 18-06-2026, 10:56 WIB
ASN Jakarta Timur Ramaikan HUT ke-499 Jakarta dengan Kejuaraan Bulu Tangkis
Kamis / 18-06-2026, 10:56 WIB
UMY Kembangkan Teknologi Maggot BSF untuk Kelola Sampah Organik Kampus
Kamis / 18-06-2026, 10:56 WIB
Pertamina Patra Niaga Tegaskan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Pasar
Kamis / 18-06-2026, 10:56 WIB
Yield SBN Tenor 10 Tahun Turun ke 6,84% Jelang RDG BI
Kamis / 18-06-2026, 10:56 WIB
OJK Imbau Investor Saham Tetap Bijak Jelang Pengumuman Indeks MSCI
Kamis / 18-06-2026, 10:55 WIB
Liverpool Aktifkan Klausul Pelepasan Victor Munoz dari Osasuna
Kamis / 18-06-2026, 10:55 WIB
Meksiko vs Korea Selatan: Perebutan Tiket Fase Gugur Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 10:55 WIB
Menhub Dudy Tetap Bahas Penyesuaian Tarif Batas Atas Tiket Pesawat
Kamis / 18-06-2026, 10:55 WIB
Ravianto Ramadhan Lolos ke Semifinal Boulder World Climbing Series Innsbruck
Kamis / 18-06-2026, 10:55 WIB
Trump ancam serang lagi Iran jika kesepakatan damai tak dipatuhi
Kamis / 18-06-2026, 10:55 WIB






