Perusahaan teknologi Z. ai resmi meluncurkan model kecerdasan buatan open-weights bernama GLM-5.2 pada Selasa, 16 Juni 2026.

Model dengan 753 miliar parameter ini mampu mengungguli GPT-5.5 dari OpenAI dalam berbagai tolok ukur pengodean dengan biaya operasional yang jauh lebih hemat.

>>> Kemenaker Minta Industri Jaga Keadilan Tenaga Kerja Lokal di Era AI

Berdasarkan laporan VentureBeat, GLM-5.2 mencetak skor 62,1 pada tolok ukur SWE-bench Pro untuk tugas rekayasa perangkat lunak dunia nyata, melampaui GPT-5.5 yang meraih 58,6.

Pada pengujian FrontierSWE yang mengukur penyelesaian tugas jangka panjang, GLM-5.2 mencatat persentase 74,4 persen, unggul tipis dari GPT-5.5 dengan 72,6 persen.

Efisiensi Biaya Operasional

Dokumentasi Developer Z.

ai mencatat tarif API GLM-5.2 sebesar 1,40 dolar AS per juta token input dan 4,40 dolar AS per juta token output, total 5,80 dolar AS per juta token.

Akumulasi biaya tersebut jauh lebih efisien dibandingkan GPT-5.5 yang mencapai 35 dolar AS per juta token, terdiri dari biaya input 5,00 dolar AS dan output 30,00 dolar AS.

Dari segi arsitektur, GLM-5.2 menerapkan optimasi IndexShare yang menggunakan kembali pengindeks yang sama di setiap empat lapisan perhatian jarang, memangkas operasi komputasi per token hingga 2,9 kali pada panjang konteks maksimal 1 juta token.

Inovasi lain berupa peningkatan lapisan Multi-Token Prediction untuk decoding spekulatif diklaim mampu meningkatkan panjang token yang diterima hingga 20 persen selama proses inferensi.

Z.

>>> Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Memburuk, Masuk Kategori Tidak Sehat

ai mendistribusikan bobot model GLM-5.2 di bawah lisensi sumber terbuka MIT, sehingga pelaku usaha dapat mengunduh model secara bebas melalui platform Hugging Face untuk dijalankan secara lokal.