Kemenaker Minta Industri Jaga Keadilan Tenaga Kerja Lokal di Era AI
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengingatkan pelaku industri untuk memastikan transformasi kecerdasan buatan (AI) di perusahaan tetap mempertimbangkan aspek keadilan bagi tenaga kerja lokal.
Hal ini mengingat postur angkatan kerja Indonesia yang sangat besar dan didominasi lulusan berpendidikan rendah.
>>> Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Memburuk, Masuk Kategori Tidak Sehat
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemenaker Anwar Sanusi menjelaskan lanskap ketenagakerjaan nasional saat ini menghadapi disrupsi besar akibat kehadiran teknologi digital.
Dari total 287 juta penduduk Indonesia, terdapat 155 juta angkatan kerja dengan 72% di antaranya berada pada usia produktif.
Kehadiran AI menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi angkatan kerja baru dari generasi muda serta pekerja berpendidikan rendah.
"AI akan menjadi tantangan bagi angkatan kerja yang secara mayoritas berpendidikan SMA atau SMP ke bawah untuk mereka itu bisa beradaptasi.
Tidak mudah," ujarnya dalam acara Indonesian Ethics AI Summit yang diinisiasi KagamAI, Rabu (17/6/2026).
Saat ini, struktur pasar kerja domestik masih didominasi oleh pekerja dengan latar belakang pendidikan SMP ke bawah yang mencapai 52%.
Di sisi lain, masuknya kelompok generasi baru seperti Gen Z ke bursa kerja menuntut tata kelola serta regulasi ketenagakerjaan yang lebih dinamis.
Anwar menilai migrasi teknologi di sektor industri tidak boleh mengabaikan prinsip transisi yang berkeadilan atau just transition.
>>> Penyakit Jantung Serang Usia Produktif, Perlindungan Finansial Berlapis Jadi Krusial
Konsep ini mewajibkan adanya komitmen kuat dari manajemen perusahaan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan masif bagi para pekerja agar mampu beradaptasi dengan perubahan ekosistem digital.
"Meskipun kita selalu mengatakan yang namanya AI, ketika adanya AI digitalisasi, ketika kita melakukan transformasi, maka transformasi tersebut adalah berkeadilan," kata Anwar.
Update Terbaru
Kejagung Periksa Sony Sonjaya Terkait Dugaan Korupsi Makan Bergizi
Kamis / 18-06-2026, 09:20 WIB
Ide Liburan Sekolah Hemat dan Menyenangkan untuk Keluarga
Kamis / 18-06-2026, 09:20 WIB
Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, BNI 18 Juni 2026 Melejit
Kamis / 18-06-2026, 09:17 WIB
Kurs Rupiah 18 Juni 2026 Melemah ke Level Rp 17.858 per Dolar AS
Kamis / 18-06-2026, 09:16 WIB
Prajogo Pangestu Borong Saham BREN Rp25,9 Miliar Saat Harga Turun
Kamis / 18-06-2026, 09:16 WIB
Emily Ratajkowski Tuai Kecaman Gegara Foto Menyusui Boneka Bayi Sambil Minum Wine
Kamis / 18-06-2026, 09:16 WIB
Bahlil Bentuk Tim Pengadaan untuk Atasi Pasokan Batu Bara PLN
Kamis / 18-06-2026, 09:16 WIB
Love Language Berdasarkan Zodiak: Cara Pasangan Mengekspresikan Cinta
Kamis / 18-06-2026, 09:16 WIB
Inggris Tekuk Kroasia pada Laga Piala Dunia 2026 di Arlington
Kamis / 18-06-2026, 09:16 WIB
IHSG Dibuka Melemah 28,85 Poin ke Level 6.191,89
Kamis / 18-06-2026, 09:15 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.851 per Dolar AS pada 18 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 09:15 WIB
Satgas PASTI Hentikan Operasional Universal Peak dan BAFI Group
Kamis / 18-06-2026, 09:15 WIB
Danantara dan BP BUMN Targetkan Merger Asuransi IFG Rampung 2026
Kamis / 18-06-2026, 09:13 WIB
Pelayaran Selat Hormuz Butuh Waktu untuk Normal Pasca Kesepakatan AS-Iran
Kamis / 18-06-2026, 09:12 WIB






