PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mencatat laba bersih sebesar Rp 555 miliar pada kuartal I-2026.

Angka ini tumbuh 15,65% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 479,86 miliar.

>>> Database Elasticsearch Bocorkan 24 Miliar Data Sensitif, Termasuk Password

Pertumbuhan laba ditopang oleh ekspansi kanal distribusi melalui perluasan gerai hingga dua kali lipat di saluran general trade (GT) dan Miss Cimory (MCM).

Langkah ini mendorong pertumbuhan volume secara independen dari pertumbuhan kategori.

Produktivitas penjualan per gerai juga meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir.

Saluran GT mencatat kenaikan 26%, sementara MCM melonjak 180% berkat eksekusi distribusi yang tajam dan perluasan SKU produk.

Pendapatan CMRY pada kuartal I-2026 mencapai Rp 3,16 triliun, tumbuh 27,87% secara tahunan.

Segmen dairy products mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 51,8% YoY menjadi Rp 1,31 triliun, sedangkan segmen consumer food meningkat 14,8% YoY menjadi Rp 1,81 triliun.

Analis Ina Sekuritas, Rifdah Fatin Hasanah, menilai pertumbuhan didukung oleh pemulihan permintaan konsumen, monetisasi kanal distribusi, dan kontribusi produk baru.

>>> Bahlil Lahadalia Jamin Pasokan Batubara PLN Aman, Pemadaman Listrik Tak Akan Terulang

Namun, margin perseroan menghadapi tekanan akibat kenaikan harga whole milk powder (WMP), daging sapi, unggas, bahan kemasan, serta depresiasi rupiah.

Gross profit margin (GPM) CMRY turun menjadi 43% pada kuartal I-2026 dari sebelumnya 45%. Meski demikian, kenaikan harga WMP relatif lebih rendah dibandingkan lonjakan selama konflik Rusia-Ukraina.

Tekanan margin dinilai masih dapat dikelola melalui efisiensi biaya pemasaran dan promosi, serta pertumbuhan volume penjualan yang tetap kuat.

Analis memperkirakan rata-rata pertumbuhan laba tahunan CMRY pada 2025–2028 sebesar 15%, di atas rata-rata emiten consumer staples sekitar 10%.

Ekspansi kanal distribusi menjadi katalis jangka panjang dengan target perluasan hingga 400.000 outlet general trade dan 18.000–20.000 agen Miss Cimory dalam lima tahun mendatang.

Investor tetap perlu mencermati risiko seperti pelemahan daya beli, fluktuasi nilai tukar, dan kenaikan harga bahan baku global.

Raja dan Reinard dari Ina Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk CMRY dengan target harga Rp 6.600 per saham.

>>> BI Perluas Insentif Likuiditas untuk Dorong Suku Bunga Kredit Kompetitif

Sementara itu, Rifdah juga merekomendasikan buy dengan target harga Rp 6.850 per saham.