Pemulihan pasar saham Indonesia mulai terlihat.

Setelah sempat terpuruk akibat kombinasi sentimen eksternal dan domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perlahan bangkit dari titik terendahnya.

>>> Jeffrey Hendrik Berkomitmen Dorong BEI Jadi Bursa Kelas Dunia

Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, membaiknya sentimen global, penguatan rupiah, serta mulai pulihnya minat investor terhadap aset berisiko menjadi faktor penopang rebound tersebut.

Namun, perbaikan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir tidak boleh membuat regulator, otoritas pasar, maupun pemangku kepentingan terlena.

Pemulihan pasar bukanlah alasan untuk mengendurkan agenda reformasi yang selama ini dijalankan secara agresif.

Justru sebaliknya, momentum ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat pembenahan yang selama ini menjadi perhatian investor global.

Momentum Reformasi di Tengah Sorotan MSCI

Perhatian pasar kini tertuju pada hasil tinjauan aksesibilitas dan klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI. Terlepas dari hasil yang akan diumumkan, terdapat satu pelajaran penting yang tidak boleh diabaikan.

Keputusan MSCI bukan sekadar menyangkut status Indonesia sebagai emerging market atau kemungkinan penurunan menjadi frontier market.

Lebih dari itu, keputusan tersebut merupakan cerminan bagaimana dunia memandang kualitas, transparansi, aksesibilitas, dan kredibilitas pasar modal Indonesia.

Selama ini, berbagai catatan disampaikan MSCI berkaitan dengan isu-isu fundamental, seperti tingkat free float, konsentrasi kepemilikan saham, transparansi identitas pemegang saham, kemudahan akses investor, hingga kualitas keterbukaan informasi.

Seluruh isu tersebut pada dasarnya bermuara pada satu hal: tata kelola pasar yang baik.

Karena itu, apabila Indonesia berhasil mempertahankan statusnya sebagai emerging market, hal tersebut tidak boleh ditafsirkan sebagai akhir dari pekerjaan rumah.

Sebaliknya, bila MSCI masih memberikan catatan atau mempertahankan pembekuan tertentu, hal itu harus dipandang sebagai dorongan untuk melanjutkan reformasi secara konsisten.