Tidak ada yang bisa memastikan bahwa hantu benar-benar ada, tetapi banyak orang percaya sebaliknya.

Sekitar tiga perempat warga Amerika meyakini adanya aktivitas paranormal, termasuk kemampuan psikis, mimpi prekognitif, dan medium.

>>> Huawei Luncurkan MatePad Mini, Tablet Tertipis dengan Layar OLED Premium

Seorang profesor psikologi berpendapat bahwa pengalaman supernatural mungkin berasal dari faktor sehari-hari yang membentuk persepsi manusia.

Dalam bukunya "Science of the Supernatural", ia mengungkap tiga faktor yang bisa membuat otak menciptakan ilusi hantu.

Faktor Lingkungan: Medan Elektromagnetik

Medan elektromagnetik (EMF) adalah area energi tak kasat mata yang dihasilkan oleh partikel bermuatan listrik.

Belum ada bukti langsung bahwa manusia bisa merasakan EMF secara sadar, namun alat pengukur EMF dapat mendeteksinya di hampir semua tempat.

Beberapa studi menemukan fluktuasi EMF lebih tinggi di lokasi yang dianggap angker, seperti South Street vaults di Edinburgh dan Hampton Court Palace di Inggris.

Namun, eksperimen laboratorium yang memanipulasi EMF tidak menghasilkan korelasi langsung dengan persepsi paranormal.

Peserta yang melaporkan sensasi aneh cenderung sudah memiliki kepercayaan kuat pada hal-hal paranormal. Hal ini menunjukkan bahwa faktor lain mungkin lebih berperan.

Faktor Neurologis: Kekacauan di Otak

Stimulasi listrik ringan pada area temporoparietal junction otak dapat memicu sensasi aneh.

>>> PSIS Semarang Resmi Rekrut Kiper Ray Redondo untuk Championship 2026/2027

Sebuah studi kasus menggambarkan pasien yang melihat "figur bayangan" yang meniru gerakannya, sementara yang lain melaporkan pengalaman keluar dari tubuh.

Area otak ini berperan dalam menciptakan rasa keberadaan tubuh. Gangguan di sana dapat menyebabkan sensasi terlepas dari raga.

Selain itu, saat tidur REM, otak melumpuhkan otot rangka untuk mencegah kita memerankan mimpi.