Jika seseorang terbangun saat fase ini, ia bisa mengalami kelumpuhan tidur dan halusinasi yang terasa nyata.

Ketidakcocokan antara sinyal tubuh dan otak selama kelumpuhan tidur sering memicu ketakutan, sehingga sisa-sisa mimpi dianggap sebagai pengalaman nyata.

Faktor Kepribadian: Percaya vs Skeptis

Mengalami pertemuan paranormal membutuhkan pelabelan pengalaman tersebut sebagai paranormal. Orang yang percaya akan cepat mengaitkan sensasi aneh dengan hal gaib, sementara skeptis cenderung mencari penjelasan biasa.

Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan kepribadian tertentu lebih mudah percaya pada paranormal.

>>> Wall Street Menguat di Awal Perdagangan, Optimisme Damai Timur Tengah Redam Kekhawatiran Fed

Mereka yang sangat peka terhadap persepsi bawah sadar dan ide-ide yang merembes ke kesadaran lebih rentan mengalami pengalaman supernatural.