Indeks utama di bursa Wall Street mencatat penguatan pada awal perdagangan Kamis (18/6/2026).

Optimisme kesepakatan damai Timur Tengah berhasil meredam kekhawatiran pasar atas kebijakan ketat Federal Reserve.

>>> Gua Hira: Saksi Bisu Turunnya Wahyu Pertama Rasulullah

Kenaikan bursa saham ini dipimpin oleh sektor teknologi.

Pada bel pembukaan, Dow Jones Industrial Average terangkat 79,3 poin atau 0,15 persen ke level 51.571,85.

S&P 500 naik 67,3 poin atau 0,91 persen menuju 7.487,36, dan Nasdaq Composite menguat 389,0 poin atau 1,49 persen menjadi 26.410,623.

Sektor produsen cip mengalami lonjakan setelah saham Intel melesat 8,8 persen di perdagangan pre-market.

Kenaikan Intel dipicu rencana kerja sama dengan Apple untuk memproduksi cip di Amerika Serikat.

Tren positif ini turut mendorong saham Nvidia naik 1,4 persen, serta Micron dan Marvell Technology yang masing-masing tumbuh 5 persen dan 5,9 persen.

Sentimen positif pasar juga dipicu oleh langkah Amerika Serikat dan Iran yang merilis teks perjanjian sementara.

>>> Perumda Pasar Jaya Gelar Bazar UMKM dan Kuliner Dorong Ekonomi Kerakyatan

Perjanjian itu bertujuan memperpanjang gencatan senjata April selama 60 hari demi mencapai kesepakatan akhir.

Analis pasar modal mencermati pengaruh redanya ketegangan geopolitik ini terhadap pergerakan sentimen investor di bursa saham.

"Penandatanganan kesepakatan AS-Iran tampaknya menyingkirkan sentimen negatif apa pun yang ditimbulkan oleh kebijakan Fed yang lebih agresif kemarin," kata Art Hogan, kepala strategi pasar di B Riley Wealth.

Penurunan harga minyak ke level terendah dalam tiga bulan terakhir turut memberikan harapan baru bagi pengendalian inflasi jangka panjang.

"Harga energi terus diperdagangkan lebih rendah.

Potensi berakhirnya perang di Iran tentu akan menjadi hal positif yang signifikan dan bahkan mungkin membantu menurunkan inflasi dalam jangka panjang," kata Art Hogan.

Data ekonomi terbaru menunjukkan klaim pengangguran mingguan Amerika Serikat mengalami penurunan karena angka pemutusan hubungan kerja yang tetap rendah.

>>> Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak

Pergerakan pasar hari Kamis ini bertepatan dengan fenomena "triple witching" atau berakhirnya masa kontrak derivatif, opsi indeks, dan kontrak berjangka secara serentak yang berpotensi memicu volatilitas volume perdagangan.