Piala Dunia 2026 diproyeksikan menjadi ajang taruhan olahraga terbesar sepanjang sejarah. Total nilai taruhan global diperkirakan menembus US$50 miliar atau sekitar Rp886 triliun.

Perusahaan jasa keuangan Macquarie memperkirakan perputaran uang taruhan bisa mencapai US$500 juta per pertandingan.

in1

>>> Alvaro Arbeloa Dukung Jose Mourinho Kembali Latih Real Madrid

Angka ini melonjak tajam dibandingkan Piala Dunia 2022 di Qatar yang mencatat US$35 miliar.

Faktor Pendorong Lonjakan Taruhan

Analis Macquarie, Chad Benyon, menyebut lonjakan ini dipicu perubahan format turnamen. Jumlah tim peserta bertambah dari 32 menjadi 48 negara.

Penambahan kuota berimplikasi pada jumlah pertandingan yang membengkak menjadi lebih dari 100 laga dalam enam minggu. Sebagai perbandingan, Piala Dunia 2022 hanya menampilkan 64 pertandingan.

Faktor geografis tiga tuan rumah—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—juga dinilai menguntungkan.

>>> Anya Taylor-Joy Resmi Bergabung dalam Film The Lord of the Rings Terbaru

Zona waktu di wilayah tersebut diprediksi mendongkrak jumlah penonton global, terutama dari Eropa, Amerika Latin, dan Afrika.

Regulasi di Amerika Serikat turut mendorong peningkatan pasar taruhan secara masif. Saat ini, sekitar 65% warga AS sudah legal untuk bertaruh olahraga, naik signifikan dari 40% pada 2022.

Ini menjadi momentum pertama di mana mayoritas penduduk AS dapat berpartisipasi secara legal. Meski demikian, kelompok kesadaran perjudian memperingatkan risiko kecanduan yang lebih tinggi.

>>> Pemkot Bandung Dorong Reaktivasi Penerbangan Bandara Husein

Badan industri taruhan Inggris menyatakan bahwa perusahaan yang teregulasi telah menerapkan berbagai langkah perlindungan konsumen.