Sebuah unggahan di media sosial Threads mendadak viral dan memicu perdebatan hangat mengenai pembagian tugas rumah tangga.

Topik ini menyoroti kebiasaan mencuci piring setelah makan yang dinilai masih sering dianggap sebagai tanggung jawab perempuan.

in1

>>> Ditjen Pajak Soroti Potensi Kehilangan Penerimaan Negara dari Makan Bergizi Gratis

Diskusi ini bermula dari pernyataan akun Threads @qysslv pada 11 Juni lalu.

Dalam unggahannya, ia menulis, "Bisakah kita menormalkan setiap orang mencuci piringnya sendiri setelah makan, tanpa memandang gender? Jangan berharap hanya perempuan yang melakukannya."

Unggahan tersebut langsung menarik perhatian luas hingga mendapatkan lebih dari 21 ribu likes dan telah dibagikan ribuan kali.

Pernyataan itu tampaknya mewakili keresahan serta pengalaman nyata yang dirasakan oleh banyak orang.

Melalui kolom komentar, sejumlah pengguna media sosial mengaku masih sering menyaksikan pekerjaan domestik, khususnya membersihkan peralatan makan, otomatis dibebankan kepada pihak perempuan.

Fenomena ini terjadi di lingkungan keluarga besar, tempat tinggal bersama, hingga dalam kehidupan pernikahan.

Banyak netizen menilai kebiasaan tersebut sudah berlangsung lama dan terlanjur dianggap sebagai hal yang wajar.

Padahal, tanggung jawab membersihkan meja makan serta mencuci piring seharusnya dipikul bersama oleh seluruh anggota keluarga yang terlibat.

Beberapa pengguna juga menyoroti ketimpangan dalam pembagian kerja domestik ini.

Meskipun seluruh anggota keluarga ikut menikmati hidangan atau terlibat saat proses memasak, urusan merapikan dapur dan mencuci wadah makanan tetap saja lebih sering diserahkan kepada perempuan.

>>> Penerbitan Obligasi Korporasi Diprediksi Tertahan Akibat Kenaikan BI Rate

"Kalau dipikir-pikir, perempuan memang selalu yang diharapkan mengerjakan pekerjaan rumah, padahal itu tugas dasar yang bisa dilakukan siapa saja.