Skandal Pemalsuan Riset Internasional oleh Peneliti Indonesia Terungkap
Dunia akademik Indonesia diguncang kabar dugaan pemalsuan riset berskala internasional. Sejumlah oknum peneliti diduga memanipulasi data dalam konferensi ilmiah di Kopenhagen, Denmark.
Kabar ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun Threads milik Ida Bagus Mandhara Brasika. Unggahan tersebut kemudian viral di berbagai platform media sosial.
>>> Resmi! Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Cair Lebih Cepat, Cek Statusnya di Sini
Kasus ini bermula pada ajang ISPPD 2024, pertemuan internasional para ahli penyakit Pneumonia. Para pelaku diduga memanipulasi identitas agar terlihat sebagai orang berbeda saat presentasi.
Modus Manipulasi Identitas dan Data AI
Mandhara menyebutkan bahwa oknum tersebut melakukan aksi pemalsuan di hadapan ribuan ilmuwan. Modusnya dengan mengubah tampilan hijab dan mengganti kartu identitas berulang kali.
Aksi ini diduga dilakukan demi mengejar kuota presentasi atau mendapatkan dana hibah perjalanan (Travel Grant). Selain identitas, substansi materi riset juga menuai kecurigaan.
Data penelitian yang mencakup wilayah geografis sangat luas diduga merupakan hasil fabrikasi menggunakan AI. Berikut beberapa poin kejanggalan utama:
- Data penelitian diduga sepenuhnya hasil buatan AI, baik tulisan maupun visual.
- Cakupan lokasi riset meliputi dataran tinggi Ethiopia hingga Andes di Peru tanpa kolaborator lokal.
- Tidak ditemukan dokumen persetujuan etik (ethical clearance) yang jelas.
- Penggunaan nama lembaga atau afiliasi fiktif yang tidak terdaftar resmi.
Hilangnya kolaborator lokal di negara lokasi riset menjadi bukti kuat ketidakkonsistenan data. Skandal ini sempat lolos ke tahap presentasi internasional.
Pencatutan Lembaga Fiktif
Mandhara merinci beberapa nama lembaga yang dicantumkan pelaku, seperti AI-BioMedicine Research Group dan IMCDS-BioMed Research Foundation.
>>> KapanLagi Club di Java Jazz Festival 2026: Cara Seru Cari Teman Baru dan Pengalaman Berbeda
Update Terbaru
Game Boy Pocket Berusia 30 Tahun, Warisannya Masih Terasa di Genggaman Modern
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Ratusan Pemain Old School RuneScape Jadi Biksu dan Picu Perang Suci
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Mushoku Tensei III Episode 1-4: Kisah Eris dan Kebahagiaan Rudeus
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Manga Heisei Haizan-hei ☆ Sumire-chan Hiatus karena Cuti Melahirkan
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
Wamen Irene Dorong Tenun Sumba Barat Daya Naik Kelas Lewat Storytelling
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
PTPN I Fokus pada Lima Pilar untuk Transformasi Agroindustri
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
Google Perkenalkan Koleksi untuk Atasi Notebook Gemini yang Berantakan
Rabu / 22-07-2026, 03:22 WIB
Moto G Play (2024) Kini Hanya $100, Ponsel Budget Terbaik
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Nashville Gelar Konferensi Keamanan Kota untuk Pemimpin Penegak Hukum
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Indonesia Terbitkan Panda Bonds Senilai 1 Miliar Dolar AS
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Mertua Joseph Duggar Akan Diperiksa dalam Kasus Pelecehan Anak
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Melania Trump Minta Sanksi untuk Jurnalis Michael Wolff
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Carole Radziwill Bantah Terlibat Kasus Epstein di RHONY
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Putra Claude Lemieux Ungkap Legenda NHL Kambuh Kecanduan Seks
Rabu / 22-07-2026, 03:19 WIB







