Media sosial dihebohkan kabar dugaan pemalsuan riset ilmiah yang melibatkan ilmuwan asal Indonesia di Denmark. Tiga peneliti dituduh memanipulasi data menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mendapatkan dana riset.

Kabar ini mencuat setelah Ida Bagus Mandhara Brasika mengunggah bukti di Threads. Identitas peneliti yang disebut adalah Prihatini (Titin), Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti.

>>> Sindikat Curanmor Antarprovinsi Dibongkar, 8 Pelaku Ditangkap

Profil Peneliti

Rifaldy Fajar adalah alumni Matematika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) angkatan 2014. Ia pernah meraih gelar Mahasiswa Berprestasi Utama UNY pada 2017.

Rifaldy juga dikenal lewat karya ilmiah tentang model matematika penyebaran HIV-AIDS. Ia pernah menjadi delegasi simulasi sidang PBB di Nanyang Technological University, Singapura.

Prihatini atau Titin adalah lulusan Matematika UNY 2015-2019. Ia melanjutkan pendidikan Magister Matematika di Institut Teknologi Bandung (ITB).

>>> Prabowo Soroti Kesenjangan Ekonomi: Pertumbuhan Belum Merata

Titin meraih Juara 1 Pertamina National Science Olympiad. Riwayat akademis keduanya kini menjadi sorotan publik.

Klarifikasi Tim Peneliti

Menanggapi tuduhan, Rifaldy Fajar memberikan pernyataan terbuka di media sosial. Ia ingin meluruskan kronologi kejadian dari sudut pandang tim peneliti.

Rifaldy menyayangkan warganet yang terlalu cepat menghakimi tanpa menunggu penjelasan lengkap. Ia menilai tekanan massa sudah melampaui batas sebelum fakta utuh terungkap.

>>> Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul Resmi Naik Sidik, Polisi Temukan Unsur Pidana

Hingga saat ini, profil LinkedIn Rifaldy dan Titin terus dipantau publik. Penjelasan resmi mendetail diharapkan segera menjernihkan situasi.