The First Descendant: 14 Pemain Diblokir Permanen, 318 Lainnya Dihukum
Nexon telah merilis laporan penegakan aturan terbaru untuk game The First Descendant.
Sebanyak 332 pemain mendapat sanksi antara 10 hingga 16 Juli 2026 (PDT) sebagai bagian dari upaya berkelanjutan melawan kecurangan dan perilaku mengganggu.
>>> Monitor Gaming LG $1.200 Dikritik karena Instalasi McAfee Diam-diam via Windows Update
Laporan tersebut mencakup 14 larangan permanen, satu pembatasan perdagangan selama tujuh hari, dan 317 sanksi sementara pada matchmaking.
Langkah ini diambil setelah pemain terbukti melanggar kebijakan operasional game.
Pengembang mengatakan terus memantau permainan secara aktif dan menyelidiki laporan yang masuk melalui sistem pelaporan dalam game.
Pembaruan transparansi mingguan ini mencerminkan komitmen Nexon untuk menjaga pengalaman multipemain yang adil.
Larangan Permanen Target Kecurangan dan Eksploitasi Pembayaran
Menurut Nexon, 11 akun dilarang secara permanen karena membuat, mendistribusikan, atau menggunakan program tidak sah.
Perusahaan juga melarang tiga pemain tambahan karena mengeksploitasi proses pembayaran Open Store untuk mendapatkan keuntungan tidak adil.
Pemain yang merasa terkena sanksi tidak tepat terkait pelanggaran pembayaran dapat mengajukan banding melalui Layanan Pelanggan resmi.
>>> Pra-Pesan Zelda: Ocarina of Time Remake Dikabarkan Mulai 4 Agustus
Nexon juga menyarankan pengguna yang terkena dampak chargeback untuk menghubungi platform toko tempat pembelian dilakukan.
Penindakan terbaru ini menargetkan kecurangan, perangkat lunak tidak sah, dan aktivitas permainan yang mencurigakan.
317 Pemain Terima Sanksi Matchmaking Sementara
Kategori penegakan terbesar melibatkan 317 pemain yang terdeteksi melakukan aktivitas permainan tidak biasa.
Alih-alih menghapus akun, Nexon memberikan sanksi matchmaking terpisah selama tiga hari, mengisolasi pemain yang terkena dampak sesuai kebijakan operasional.
Selain itu, satu pemain menerima pembatasan perdagangan selama tujuh hari setelah terdeteksi adanya catatan transaksi abnormal.
Nexon tidak mengungkapkan tindakan spesifik yang memicu sanksi ini, namun mengatakan langkah tersebut didasarkan pada kombinasi laporan pemain dan pemantauan berkelanjutan.
Pengembang mendorong pemain untuk terus melaporkan perilaku mencurigakan melalui fitur pelaporan dalam game.
>>> CEO GameStop: Penjualan Game Fisik Kini Kurang dari 12% Bisnis
Nexon menyatakan akan terus mengambil tindakan terhadap pelanggaran demi menjaga pengalaman yang adil dan menyenangkan bagi komunitas game.
Update Terbaru
Gabung Persija, Kwon Chang-hoon Singgung Nama Shin Tae-yong
Jumat / 17-07-2026, 16:23 WIB
Nenek 90 Tahun di Grobogan Jadi Korban Perkosaan Pria 31 Tahun
Jumat / 17-07-2026, 16:23 WIB
Jasad Pria Nganjuk Terkubur di Rumah, Anak Angkat Ditangkap
Jumat / 17-07-2026, 16:22 WIB
Bhayangkara FC Lepas 12 Pemain, Termasuk Spasojevic dan Dendy Sulistyawan
Jumat / 17-07-2026, 16:21 WIB
Gabung Persija, Kwon Chang-hoon Singgung Nama Shin Tae-yong
Jumat / 17-07-2026, 16:21 WIB
Bhayangkara FC Lepas 12 Pemain, Termasuk Spasojevic dan Dendy Sulistyawan
Jumat / 17-07-2026, 16:21 WIB
China Protes Keras AS Perpendek Durasi Visa Jurnalis Beijing
Jumat / 17-07-2026, 16:21 WIB
Truk Tabrak 8 Kendaraan di Sibolangit Sumut, 4 Tewas dan 8 Luka
Jumat / 17-07-2026, 16:21 WIB
Putri KW Buka Rahasia Kalahkan Pemain Nomor 2 Dunia di Japan Open 2026
Jumat / 17-07-2026, 16:21 WIB
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.921 per Dolar AS Sore Ini
Jumat / 17-07-2026, 16:21 WIB
Polisi Serahkan Tersangka Don Ritto dan Emas 74 Kg ke Kejagung
Jumat / 17-07-2026, 16:18 WIB
Crimson Desert Raup USD190,1 Juta, Jadi Game Baru Terlaris Ketiga di Steam
Jumat / 17-07-2026, 16:18 WIB
Saber Exec: Space Marine 3 Mungkin Rilis 2028, Mikrotransaksi Agresif Tidak Direncanakan
Jumat / 17-07-2026, 16:18 WIB
18 Karakter Wanita Shonen yang Mencuri Perhatian di Setiap Adegan
Jumat / 17-07-2026, 16:16 WIB







