Tawon kertas sebagai serangga sosial juga berpotensi besar mengingat individu yang pernah mengusik habitatnya. Perilaku agresif akan muncul sebagai bentuk pertahanan alami jika mereka mendeteksi ancaman terhadap koloni.

“Ketika sarang terganggu, tawon dapat bereaksi agresif dan kemungkinan memberikan respons yang lebih intens apabila bertemu kembali dengan ancaman yang pernah dikenali sebelumnya.

Kemampuan ini merupakan strategi pertahanan koloni,” katanya.

Selain mengandalkan indra penglihatan, komunikasi kimiawi juga memegang peranan penting melalui pelepasan feromon. Senyawa kimia ini berfungsi mendistribusikan informasi bahaya kepada seluruh anggota kelompok.

“Pada tawon kertas, ancaman dikenali terutama melalui penglihatan, baik wajah maupun gerakan. Gerakan yang tiba-tiba atau mencurigakan di sekitar sarang dapat memicu respons pertahanan.

Selain itu, tawon juga menggunakan feromon komunikasi untuk memberi tahu anggota koloni mengenai adanya bahaya,” terangnya.

Melalui temuan ini, masyarakat diimbau untuk tidak mengusik keberadaan sarang tawon di lingkungan sekitar. Karakter dasar serangga ini adalah defensif dan hanya akan menyerang jika merasa terancam.

“Masyarakat sebaiknya tidak melempar, mengguncang, atau membakar sarang tawon.

>>> Manchester United Serius Incar Crysencio Summerville untuk Sisi Kiri

Jaga jarak aman, hindari gerakan mendadak di sekitar sarang, dan jangan menggunakan aroma yang terlalu menyengat ketika berada dekat sarang,” pesannya.