"Lihat dari orang sekitar, kalau dilihat teman ada yang belum dapet (pekerjaan). Bahkan aku juga sempat menganggur lama sebelum dapat pekerjaan ini, waktu 2024-2025 itu menganggur," ucap dia.

Sebagai pekerja kontrak, Amara menyimpan kecemasan tersendiri terhadap potensi gelombang rasionalisasi karyawan atau PHK massal.

"Apalagi masih karyawan kontrak masih, belum tetap, ada was-was sendiri," ucap dia.

Nuansa optimisme justru disuarakan oleh Adel Trisca (22), seorang mahasiswa yang memandang celah karier masih terbuka lebar bagi tenaga kerja terampil.

"Saya cukup optimistis, tetapi tetap realistis. Peluang kerja memang banyak dan beragam, sehingga saya merasa perlu terus mengembangkan keterampilan," ujar Adel.

Adel menambahkan bahwa fleksibilitas generasi muda dalam memanfaatkan jalur kewirausahaan menjadi alternatif strategis di tengah ketatnya sektor formal.

Survei tatap muka Litbang Kompas ini diselenggarakan pada periode 16-22 April 2026 dengan melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi melalui sistem pencuplikan bertingkat.

>>> 3 Cara Nonton dan Meramaikan Pesta Bola Dunia 2026

Riset mandiri yang didanai penuh oleh Harian Kompas ini memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen.