Imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) bergerak naik tipis pada perdagangan Rabu (17/6/2026).

Pergerakan ini terjadi seiring pelaku pasar menantikan hasil rapat terkait kebijakan moneter pertama Federal Reserve (The Fed) di bawah kepemimpinan Kevin Warsh.

>>> 3 Hal Baru Kasus Pria Diduga Lecehkan Anjing Pomeranian di Jakarta Utara

Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun, yang menjadi acuan utama biaya pinjaman pemerintah AS, naik lebih dari 1 basis poin menjadi 4,439 persen.

Sementara itu, yield obligasi tenor 2 tahun yang lebih sensitif terhadap ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed relatif stabil di level 4,056 persen.

Adapun yield obligasi tenor panjang 30 tahun naik lebih dari 1 basis poin menjadi 4,940 persen.

Sebagai informasi, satu basis poin setara dengan 0,01 persen. Dalam pasar obligasi, harga dan yield bergerak berlawanan arah.

Rapat FOMC Perdana Kevin Warsh

Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung pada Rabu ini menjadi pertemuan pertama sejak Kevin Warsh resmi menjabat sebagai Ketua The Fed.

Mayoritas investor memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen.

Meski demikian, sebagian besar pengamat The Fed di Wall Street memperkirakan Warsh tidak akan menyampaikan proyeksi suku bunga pribadinya atau yang dikenal sebagai "dot" dalam pembaruan kuartalan FOMC mengenai arah suku bunga ke depan.

Analis Senior Strategi Suku Bunga Eropa ING, Michiel Tukker, menilai pernyataan resmi The Fed berpotensi bernada lebih hawkish atau cenderung mendukung suku bunga tinggi.

Namun, Warsh diperkirakan tetap akan berupaya menyampaikan pandangannya yang relatif dovish, meskipun tidak secara eksplisit.