PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menggelar panen tebu di kawasan Kebun Pabrik Gula (PG) Semboro, Jember, Jawa Timur, pada Jumat (09/07/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, bersama jajaran manajemen PT SGN, petani tebu, dan pemangku kepentingan sektor pergulaan.

>>> Ekspor ke Armenia Melonjak 83 Persen, Indonesia Jajaki Kerja Sama Industri Baru di INNOPROM 2026

Dalam sambutannya, Tonny menekankan bahwa sektor pangan merupakan bagian penting dari ketahanan negara yang memerlukan dukungan seluruh elemen bangsa.

"Ketahanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional.

Apa yang dilakukan PT SGN bersama para petani menunjukkan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan strategis," ujar Tonny.

Ia juga mengapresiasi langkah-langkah yang terus dilakukan untuk memperkuat sektor pergulaan Indonesia.

Komitmen Perkuat Ekosistem Industri Gula

Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menegaskan bahwa keberhasilan industri gula tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari kemampuan seluruh ekosistem untuk bergerak dalam satu visi yang sama.

"PT SGN terus membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani, pemerintah, hingga berbagai institusi strategis.

>>> iPhone 18 Pro Max: Biaya Produksi Naik, Margin Tetap Tertekan Meski Harga Naik $200

Penguatan ekosistem industri gula menjadi fondasi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta mendukung target swasembada gula nasional," jelas Mahmudi.

Menurutnya, panen tebu bersama di PG Semboro menjadi simbol sinergi yang terus diperkuat dalam menghadapi tantangan industri pergulaan ke depan.

Pihaknya berkomitmen menghadirkan industri gula yang semakin kompetitif sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani dan masyarakat.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya industri gula nasional yang mandiri, berdaya saing, dan menjadi pilar penting dalam mewujudkan ketahanan pangan Indonesia.

Dukungan Petani dan Asosiasi

Ketua Dewan Pembina APTRI, Arum Sabil, menyampaikan bahwa kemitraan yang kuat antara petani dan industri menjadi fondasi utama dalam meningkatkan produktivitas tebu.

"Petani membutuhkan kepastian, pendampingan, dan sinergi yang berkelanjutan. Ketika petani tumbuh bersama pabrik gula, maka industri gula nasional juga akan semakin kuat.

>>> Prancis vs Maroko: Lebih dari Sekadar Balas Dendam di Piala Dunia 2026

Semangat kebersamaan inilah yang harus terus dijaga," ungkap Arum Sabil.