Indonesia dan Armenia sepakat memperkuat kemitraan di sektor industri.

Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan bilateral antara Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Ekonomi dan Perdagangan Armenia H.E.

>>> iPhone 18 Pro Max: Biaya Produksi Naik, Margin Tetap Tertekan Meski Harga Naik $200

Gevorg Papoyan di sela pembukaan INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi kedua negara. Tahun ini menandai 34 tahun hubungan diplomatik sejak resmi terjalin pada 22 September 1992.

"Pada Tahun 2026, kita menandai 34 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Armenia sejak dijalin pada 22 September 1992, sebuah tonggak penting yang mencerminkan komitmen bersama untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi dan industri kedua negara," ujar Agus.

Ia meyakini semangat kemitraan yang telah terbangun selama lebih dari tiga dekade akan terus terjaga.

Hal ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dan memberikan manfaat bagi kedua negara.

Kinerja Ekspor dan Potensi Kerja Sama

Hubungan ekonomi Indonesia dan Armenia menunjukkan tren positif.

Total nilai perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai 26,7 juta dolar AS dengan rata-rata pertumbuhan 70,64 persen per tahun selama 2021-2025, seluruhnya dari sektor nonmigas.

>>> Prancis vs Maroko: Lebih dari Sekadar Balas Dendam di Piala Dunia 2026

Kinerja ekspor Indonesia ke Armenia tumbuh lebih tinggi.

Sepanjang 2025, nilai ekspor mencapai 26,2 juta dolar AS atau meningkat dengan tren rata-rata 83,63 persen per tahun.

Komoditas utama yang diekspor Indonesia meliputi kopi, teh, rempah-rempah, mesin dan peralatan mekanik, produk kelapa sawit, kakao, sabun, karet, serat optik, instrumen musik, hingga produk kulit.

Sementara itu, impor Indonesia dari Armenia masih relatif kecil.

Menurut Agus, kondisi ini justru membuka peluang untuk memperluas kerja sama perdagangan dan industri, mengingat Armenia unggul pada produk aluminium, mesin dan peralatan mekanik, peralatan listrik, tembakau, serta pakaian jadi.

"Struktur perdagangan yang saling melengkapi ini menjadi fondasi yang kuat bagi pengembangan kerja sama industri, investasi, dan rantai pasok kedua negara ke depan," katanya.

>>> 105 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat, Didominasi Angkatan Darat

Agus menilai Armenia memiliki posisi strategis bagi Indonesia. Negara tersebut menjadi salah satu pintu masuk menuju kawasan Eurasia melalui keanggotaannya di Eurasian Economic Union (EAEU).