Kesuburan wanita dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk gaya hidup. Beberapa kebiasaan yang terlihat sepele ternyata dapat mengganggu keseimbangan hormon dan proses ovulasi.

Bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan, penting untuk mengenali dan menghindari kebiasaan berikut agar peluang hamil semakin besar.

>>> KPK Periksa Bobby Rizaldi, Dalami Pengaturan Audit Muara Enim

Kebiasaan yang Perlu Dihindari

Merokok menjadi salah satu kebiasaan utama yang merusak kesuburan. Zat berbahaya dalam rokok dapat mempercepat penurunan cadangan sel telur dan mengganggu fungsi tuba falopi.

Paparan asap rokok dari lingkungan sekitar juga sebaiknya dihindari karena berdampak negatif pada kesehatan reproduksi.

Konsumsi alkohol berlebihan diduga menurunkan peluang kehamilan. Karena belum ada batas aman, mengurangi atau menghindari alkohol adalah pilihan terbaik bagi yang merencanakan kehamilan.

Olahraga memang penting, tetapi latihan dengan intensitas terlalu tinggi dan terus-menerus dapat menghambat produksi hormon progesteron. Akibatnya, ovulasi terganggu dan peluang hamil menurun.

Penggunaan obat tanpa konsultasi dokter juga perlu diwaspadai. Beberapa obat, seperti NSAID tertentu, dapat memengaruhi ovulasi jika digunakan dalam kondisi tertentu.

Pola makan yang tidak terkontrol dan berat badan tidak ideal juga menjadi faktor.

>>> Bahlil: 60 Persen Gas Blok Masela untuk Domestik, Sisanya Ekspor

Berat badan berlebih mengganggu keseimbangan hormon, sementara berat badan terlalu rendah dapat menyebabkan sel telur tidak dilepaskan setiap bulan.

Menjaga berat badan ideal melalui pola makan bergizi dan olahraga seimbang sangat dianjurkan.

Penurunan berat badan 5-10 persen pada wanita dengan berat badan berlebih dapat membantu mengembalikan siklus menstruasi yang teratur.

Faktor Lain yang Memengaruhi Kesuburan

Selain kebiasaan sehari-hari, kondisi medis seperti PCOS, endometriosis, gangguan tuba falopi, miom, polip rahim, dan gangguan tiroid juga dapat menyebabkan gangguan kesuburan.

Usia juga berperan penting.

Kesuburan wanita mulai menurun sekitar usia 30 tahun dan semakin signifikan setelah 35 tahun karena jumlah serta kualitas sel telur berkurang.

>>> PPATK Siap Bantu Telusuri Aliran Dana Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Jika telah berhubungan rutin tanpa kontrasepsi selama satu tahun tetapi belum hamil, segera konsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.