Cara orang menikmati waktu luang mulai berubah.

Jika dulu masyarakat rela berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk makan, berbelanja, berolahraga, hingga berkumpul bersama teman, kini semakin banyak yang memilih destinasi yang mampu memenuhi semua kebutuhan itu dalam satu kawasan.

>>> 15 Turis India Tewas usai Speedboat Terbalik di Pulau Phu Quoc

Fenomena ini dikenal sebagai one stop lifestyle, yakni konsep ruang yang menggabungkan beragam aktivitas dalam satu lokasi.

Mulai dari kuliner, belanja, hiburan, olahraga, hingga ruang komunitas hadir berdampingan sehingga pengunjung tak perlu berpindah jauh untuk menikmati berbagai pengalaman.

Tren tersebut berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan yang semakin menghargai efisiensi waktu.

Di tengah kemacetan dan mobilitas tinggi, banyak orang lebih memilih menghabiskan akhir pekan di satu kawasan yang menawarkan beragam pilihan aktivitas.

Perubahan perilaku ini juga terlihat dari pola konsumsi generasi muda.

Survei YouGov menunjukkan Generasi Z masih memprioritaskan pengeluaran untuk gaya hidup meski mayoritas menganggap kondisi ekonomi setahun terakhir cukup menantang.

Kategori pengeluaran terbesar Gen Z masih didominasi produk kecantikan dan perawatan diri (21 persen), pakaian (20 persen), serta makan di luar (14 persen).

Bahkan sebagian responden mengaku lebih rela mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan dasar dibanding mengubah gaya hidup mereka.

Namun, yang dicari Gen Z bukan sekadar tempat untuk berbelanja atau makan. Mereka menginginkan pengalaman yang lebih lengkap, autentik, dan relevan dengan keseharian mereka.

>>> Ilmuwan Temukan Golongan Darah Baru, Akhiri Misteri 50 Tahun

Sebuah destinasi tidak cukup hanya menghadirkan deretan tenant. Tempat tersebut juga perlu menyediakan ruang interaksi, aktivitas komunitas, hingga pengalaman yang bisa dibagikan di media sosial.