Pemerintahan Trump menunjuk mantan geokimia yang kerap mengkritik ilmu iklim mapan untuk mengawasi laporan utama federal tentang dampak iklim di Amerika Serikat.

Matthew Wielicki, yang menyebut dirinya sebagai "profesor ilmu bumi dalam pengasingan," kini memimpin Program Penelitian Perubahan Global AS (USGCRP).

>>> DFB Sepakati Poin Kunci untuk Menunjuk Jürgen Klopp sebagai Pelatih Jerman

Ia mengambil alih Penilaian Iklim Nasional (NCA), laporan yang diamanatkan Kongres tentang bagaimana perubahan lingkungan memengaruhi warga AS.

Penunjukan ini pertama kali dilaporkan oleh Politico.

NCA diwajibkan diproduksi setiap empat tahun berdasarkan undang-undang Kongres tahun 1990. Namun tahun lalu, pemerintahan Trump menutup portal daring untuk mengakses lima edisi yang terbit sejak 2000.

Wielicki sebelumnya mempertanyakan temuan ilmiah di media sosial, meragukan atribusi cuaca ekstrem dan data pemanasan historis dalam penilaian masa lalu.

"Jika setiap peristiwa cuaca ekstrem dikaitkan dengan perubahan iklim, apakah itu sains atribusi atau sekadar bias konfirmasi?" tulisnya di media sosial.

Pada 2023, ia menyebut orang yang percaya sains iklim "sedang dijual minyak ular."

Di blog pribadinya berjudul Irrational Fear, ia berargumen bahwa peningkatan radiasi matahari, bukan karbon dioksida, yang menyebabkan tren pemanasan atmosfer.

Juru bicara Gedung Putih menyatakan pejabat tetap berkomitmen menggunakan informasi ilmiah berkualitas tinggi untuk memandu kebijakan publik.

>>> Dokter Tifa Dinilai Jadi Pion dalam Praperadilan Roy Suryo

"Terlalu lama, USGCRP digunakan sebagai kendaraan agenda politik, bukan sains yang baik," kata juru bicara. "Kami berharap memulihkan USGCRP dan memastikannya memenuhi mandat hukum."

Carlos Martinez, ilmuwan iklim senior di Union of Concerned Scientists, mengkritik keras keputusan ini.

"Negara kita tidak mampu memiliki USGCRP atau NCA yang terganggu yang menyebarkan disinformasi bermotif politik," kata Martinez.